Skip to main content

ISTIQOMAH HINGGA BERKALANG TANAH


Oleh: Amri Yasir Mustaqim
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ وعلى آله وصحبه أجمعين
قال الله تعالى في القران الكريم ...................
"يا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. "
" يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا. "
"يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Jamaah sholat jum'at yang semoga dimulyakan Allah
Pada kesempatan yang berbahagian ini, saya wasiatkan kepada diri saya sendiri pada khususnya dan pada jamaah semua pada umumnya, agar senantiasa meningakatkan ketaqwaan dan keimanan keapada Allah. Karena ketaqwaan dan keimana merupakan modal utama bagi seorang hamba untuk mencapai kehidupan yang bahagia diakhirat nanti juga jannah hanya disepakan bagi hamba Allah ta’ala yang bertaqwa, Sebagaimana Allah ta’ala berfirman:
تِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَنْ كَانَ تَقِيًّا
Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa” Qs. Maryam 63
Bersyukur kepada Allah ta’ala dengan mengucap alhamdulillah dan senantiasa berusa menjalankan perintah Allah ta’ala semampunya dan meninggalkan larangan Allah ta’ala seluruhnya.
Shalawat kepada baginda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan senantiasa bersholawat untuk beliau allahumma shalli ala sayyidina muhammad,wa ala alihi washahbihi ajmain wa mantabi’a hudahu ila yaumid din.
Jamaah sholat jum'at yang semoga dimulyakan Allah...
Dikisahkan, oleh Imam al-Qurthubi dalam kitab beliau yang berjudul at-Tadzkirah fi Umuril Akhirah tentang seorang muadzin yang sholih. Kesolihannya tergambar dengan rutinitas dia yang selalu shalat lima waktu di masjid. Tidak pernah terlewat satu adzanpun kecuali suara merdu yang dia miliki menggema. Rutiniatas yang selalu mengingatkan masyarakat untuk taat.
Suatu hari ada yg berbeda dari hari hari biasanya. Ketika dia akan mengumandangkan adzan, tiba-tiba secara sekelebat dia melihat seorang wanita. Wanita ini rumahnya ada dibawah menara masjid. Paras cantik pada pandangan pertama segera berubah menjadi bongkahan cinta yang mengkristal menyinari hati. Tapi ada yang disayangkan, ternyata gadis cantik ini Nasrani.
Cinta yang telah menggelapkan mata membutakan fikiran, tanpa pertimbangan dia pun meninggalkan adzannya dan turun menuju rumahnya. Mengetuk pintu rumah, bertatap muka dan semakin menambah cinta dia. Setelah terbuka pintu,
“Apa yang Anda inginkan?” ucap wanita tersebut.
Muadzin menjawab, “Saya menginginkan dirimu.”
“Kenapa begitu?”  selidik wanita.
“Aku telah jatuh cinta padamu.”
“Saya tidak mau berbuat dosa.”
“Aku akan menikahimu.”
“Kamu seorang muslim dan saya seorang Nasrani, ayahku jelas tidak akan merestui.” Demikian wanita itu menolaknya.
Tapi muazzin yang terbutakan hatinya ini malah mengantakan,
“Saya akan beragama Nasrani.”
Singkat kata, dia benar-benra Nasrani demi menikahi wanita itu dan tinggal bersamanya, tetapi sebelum menikah dia menaiki loteng rumahnya dan terpeleset lalu meninggal dunia.
Sungguh rugi orang tersebut, dia sudah murtad ditambah lagi tidak jadi menikah.

Jamaah sholat jum'at yang semoga dimulyakan Allah...
Kisah kedua diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim Dari Abu Sa`id Sa'd bin Malik bin Sinan al-Khudri radhiAllahu`anhu, bahawa Nabi sallAllahu `alaihi wasallam bercerita:
terjadi penyesalan oleh seorang laki-laki yang membunnuh 99 orang dengan tangannya sendiri. Kemudian dia mencari-cari orang yang paling`alim di negeri di mana dia hidu. Dan dia pun ditunjukkan oleh seseorang untuk menghadap pendeta.
Segera dia  datangi pendeta itu kemudian dia tumpahkankan keluh kesah tentang pembunuhan 99 orang dan ingin . Lalu pendeta itu mengatakan bahawa taubatnya tidak akan diterima. Lantas orang itu membunbertaubat. Pendeta itu menjawab bahwa tidak adalagi pintu tobat untuk pembunuh. Akhirnya sepontan pendeta tadi merenggang nyawa dengan tangan pembuuh itu. maka genaplah sudah orang yang dibunuhnya sebanyak 100 orang.
Kemudian dia cari orang yang paling`alim di negeri itu dan akihirnya menemukan orang yang sangat ‘alim. Kemudian dia menceritakan perihal pembunuhan 100 orang, maka adakah masih boleh diterima taubatnya. Orang yang sangat`alim itu menjawab, “Ya, masih boleh, tidak ada yang menghalangi orang untuk bertaubat. Tapi dengan syarat pergilah ke daerah lain dimana penduduk daerah itu saemua menyembah kepada Allah ta`ala, kemudian menghambalah sepenuhnya bersama mereka dan kamu jangan kembali lagi ke kampung halamanmu kerana perkampunganmu adalah daerah kriminal.”
Orang itu benar-benar pergi meninggalkan kampung halaman. Tapai qadarullah setelah menempuh jarak kira-kira setengah perjalanan dia meninggal. Ketika malaikat ingin mengambil ruhnya ternyata yang datang dua malaikat, yang satu Malaikat Azab sedang yang lain Malaikat Rahmat. Mereka saling berbantah-bantah tentang siapa yang berhak mengambil ruh manusia ini. Malaikat Rahmat berkata, “Dia telah berangkat untuk benar-benar bertaubat dan menyerahkan dirinya dengan sepenuh hati kepada Allah ta`ala.” Malaikat Azab mebantah, “tapi dia sama sekali belum berbuat baik?.”
Lantas datanglah seorang Malaikat dalam bentuk manusia, maka kedua-dua Malaikat itu menjadikannya sebagai hakim. Maka berkatalah Malaikat yang dalam bentuk manusia itu, “Ukurlah olehmu dua daerah itu. Maka kepada daerah yang lebih dekat itulah ketentuan nasibnya”.
Mereka mengukurnya kemudian mereka mendapati daerah yang dituju itulah yang lebih dekat. Maka orang itu diambil nyawanya oleh Malaikat Rahmat.
Jamaah sholat jum'at yang semoga dimulyakan Allah...
Dari kisah yang telah disampaikan kita bisa mengambil pelajaran:
1.      Amalan Itu Tergantung Dengan Penutupnya.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ 
“Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-nya dan janganlah kamu meninggal kecuali dalam keadaan muslimQS. ali-Imran 102
Dalam kitab al-jami’ al-‘ulum wal hikam yang di tulis Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menceritakan tentang sebagian para sahabat ketika mau meninggal dunia menangis. Ketika ditanya “kenapa kok menangis?” sahabat ini menjawab aku mendengar Rasulullah bersabda “sesungguhnya Allah pasti membagi makhluk (manusia) kepada dua golongan, satu di surga dan satu di neraka, sedangkan aku tidak tahu golongan mana yang nanti posisiku.?”
Ketika Imam Syafi'i sedang sakit menjelang wafat, murid beliau Al Muzani datang menjenguknya lalu bertanya kepadanya, “Bagaimana keadaan Anda saat ini?”
Imam Syafi'i menjawab,
أصبحت عن الدنيا راحلاً، وللإخوان مفارقاً، ولكأس المنيّة شارباً، ولعملي مفارقاً، وعلى الله وارداً، ثم بكى وقال: لا أدري أتصير روحي إلى الجنة فأُهنّيها، أم إلى النار فأُعزّيها
“Saya serasa akan meninggalkan dunia, berpisah dengan kawan-kawan, meneguk kematian (ajal berakhir), bertemu dengan amal-amal buruk dan datang menghadap Allah. Kemudian beliau rersedu sedan sambil sesenggukan mengatakan “Aku tidak tahu, apakah nyawaku nanti akan dibawa ke surga sehingga aku harus memberinya ucapan selamat, ataukah akan dibawa ke neraka sehingga aku harus mengucapkan takziyah.”. (Ibnul Jauzi, Bahrud Dumu’ hal.25)
Dalam kitab al-‘aqibah fi dzikril maut abu Muhammad al-Asybali menceritakan tentang akan wafatnya Muhammad bin Sirin ketika itu beliau menagis kemudian ditanya oleh orang di sekitarnya “apa yang membuat anda menangis?” beliau menjawab
أبكي لتفريطي في الأيام الخالية، وقلة عملي للجنة العالية، وما ينجيني من النار الحامية.
“aku menangis karena kelalaianku atas hari-hari yang berlalu, sedikitnya amalku yang entah bisa membawaku ke dalam surga yang tinggi atau menyelamatku dari panasnya api neraka”.
Inilah keadaan orang-orang sholih sebelum kita. Kehidupannya penuh dengan taat. Banding dengan keadaan kita hari ini? Sudahkah kita mengingat kematian?, sudahkah kita memerasa aman dari su’ul khotimah? Lalu kita lalai dan tetap dalam kubangan maksiat?
2.      Teguh Dalam Istiqomah Dan Taat Kepada Allah
Teguh dan istiqomah dalam ketaatan ini adalah sifat dari orang-orang mukmin yang jujur keimanannya. Istiqomah adalah kekeh dengan apa yang dia yakini hingga meninggal.

عن أبي عمرو وقيل : أبي عمرة سفيان بن عبدالله الثقفي رضي الله عنه – قال : يا رسول الله , قل لي في الإسلام قولاً لا أسأل عنه أحداً غيرك, قال " قل آمنت بالله ثم استقم " رواه مسلم
Dari Abu ‘Amrah Sufyan bin ‘Abdullah radhiyallahu anhu, ia berkata : “Aku telah berkata : ‘Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku tentang Islam, suatu perkataan yang aku tak akan dapat menanyakannya kepada seorang pun kecuali kepadamu’. Bersabdalah Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : ‘Katakanlah: Aku telah beriman kepada Allah, kemudian beristiqamalah kamu’ “  HR. Muslim
Cara mencapainya adalah sebagaimana yang telah rasulullah ajarkan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Amru bin al-Ash, rasulullah bersabda:
إن قلوب بني آدم كلها بين أصبعين من أصابع الرحمن كقلب واحد يصرفه حيث شاء ثم قال: اللهم مصرف القلوب صرف قلوبنا على طاعتك
“sesungguhnya hati bani Adam seluruhnya berada pada jari-jemari Allah yang maha Rahman yang Allah akan membolak-balikan sekehendak-Nya.” Kemudian rasulullah berdoa “Ya Allah yang maha membolak balikkan hati, balikkan lah hatiku untuk selalu berada di atas ketaatan” Hr. Muslim”
Dalam hadits lain Ummu Salamah, beliau adalah Istri Rasulullah, mengatakan: “do’a yang paling sering dipanjatkan oleh rasulullah adalah:
اللهم مقلبَ القلوب، ثبت قلبي على دينك
ya Allah yang maha membolak-balikkan hati, kokohkanlah hatiku untuk selalu berada di atas agama-Mu.
Selain itu juga dengan Amalan sholih dan banyak mempelajari Islam. Kelak kita kemudian meninggal dalam keadaan khusnul khotimah, masuk surga, bertemu dengan baginda Rasulllah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللهم اغفر للمسلمين  المسلمات الأحياء منهم  و الأموات . ربنا اغفر لنا و لإخواننا الذين سبقون بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا إنك رؤوف رحيم .
اللهم افتح بيننا و بين قومنا با لحق و انت خير الفاتحين . اللهم إنا نسألك علما نافعا و رزقا طيبا و عملا متقبلا . ربنا أتنا في الدنيا حسنة و في الأخرة حسنة و قنا عذاب النار .
وصل على نبينا محمد وعلى أله و أصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين .

عباد الله . إن الله يأمركم بالعدل والإحسان وإيتا ئ ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون . فاذكروا الله يذكركم واسألوه من فضله يعطيكم ولذكرالله أكبر


Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Pengertian Dosa Besar dan Dosa Kecil dalam Syariat Islam Beserta Contohnya

PENGERTIAN DOSA BESAR DAN DOSA KECIL Dosa adalah meninggalkan apa saja yang telah diperintahkan oleh Allah ta’ala, baik perintah itu berupa perintah untuk dikerjakan atau melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk dijauhi. Baik itu berupa perbuatan atau perkataan, yang bentuknya lahir maupun yang dilakukan secara batin. [1]

Dowload Buku Iqro’ 1-6 pdf

Siapa yang tidak kenal dengan buku iqro’? hampir tidak ada di Indonesia ini yang tidak mengenal buku iqro’. Buku ini sangat populer diseluruh anak Indonesia yang ingin belajar membaca al-Qur’an.

Apakah Sujud Tilawah Harus Takbir Dan Salam?

Sujud tilawah menurut ulama Syafi’iyyah memerlukan takbiratul ihram dan diwajibkan untuk mengucapkan salam setelah selesai. sedangkan menurut ulama Hanafiyyah, sujud tilawah tidak perlu takbiratul ihram dan tidak diwajibkan salam. Sumber: al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, vol.2, hal. 260 (Terjemahan) Kampung Damai, 5 Oktober 2019

Ashabul A’rof dan Akhir Perjalanan Mereka

Siapa itu ashabul a’rof ? Bagaiman nasib akhir kehidupan ashabul a’rof ? Apakah a’rof adalah tempat akhir selain surga dan neraka? Tulisan ini insya Allah akan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENGERTIAN ASHABUL A’ROF Di akhirat kelak ada tempat selain dari surga dan neraka bernama ‘ al-A’rof ’. Secara definitif prespektif etimologi dari bahasa arab yang artinya adalah ‘tempat tinggi’. Secara istilah artinya adalah tempat yang tinggi berada diantara surga dan neraka, dimana orang yang berada di situ bisa melihat penduduk surga dan neraka. Orang-orang yang berada di tempat ini adalah orang-orang yang pahala kebaikannya dan dosa keburukannya memiliki berat yang sama. Kemudian orang yang berada ditempat ini akan dimasukkan kedalam surga bukan di neraka. Di antara kriteria ashabul a’rof adalah orang-orang yang keluar berjihad di jalan Allah tanpa izin orang tua. Kemudian mereka ini terbebas dari neraka karena mereka terbunuh di jalan Allah. Dan mereka tertahan untuk...

ACUAN TARGET HAFALAN AL-QUR’AN PER BARIS, PER BULAN SAMPAI HAFIZH 30 JUZ

Apakah anda ingin menghafal al-Qu’an? Jika memang iya, ini adalah target waktu hafalan al-Qur’an yang bisa anda pilih dengan kondisi dan kemampuan anda masing-masing. Anda bisa menimbang antara target dan kemampuan. Dengan memiliki target ini anda bisa mengukur kapan anda bisa selesai menghafal al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an adalah program seumur hidup. Jika anda tidak memiliki target, sebaik apapun kemampuan, anda tidak akan tercapai. Namun jika anda menghitungnya dengan tepat anda akan mendapatkannya. Meskipun dengan relatif waktu yang tidak cepat. Asalkan memiliki komitmen yang kuat. Berikut adalah acuan hafalan yang anda dapatkan jika anda menghafal al-Qur’an perbaris. Acuan al-Qur’an yang digunakan dalam tulisan ini adalah mushaf utsmani yang 1 halamannya berjumlah 15 baris. 1 juz berjumlah 20 halaman. Ø   Jika anda menghafal 1 baris sehari, maka anda akan hafal 1 juz dalam 10 bulan, dan hafal al-Qur’an dalam 24 tahun 4 bulan. Ø   Jika anda menghafal 2 baris se...

KATA HATI DAN AMAL HATI

Dari seluruh unsur pembentuk iman yang hakiki dan membuat seseorang benar-benar berstatus mengabdi kepada Allah adalah kata hati dan amal hati. Kata lisan dan amal anggota badan hanya menyelamatkan seseorang secara duniawi. Tanpa kata hati dan amal hati, kata lisan dan amal anggota badan yang dilakukan seseorang hanya sia-sia belaka. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibnu Rajab al-Hanbali (dalam kitab Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, 1/57) Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, وكان الإجماع من الصحابة والتابعين من بعدهم ومن أدركناهم يقولون: الإيمان قول وعمل ونية، لا يجزئ أحد الثلاثة إلا بالآخر Artinya: “Termasuk perkara ijma’ para sahabat dan tabi’in setelah para sahabat dan ulama yang kami temui, menereka mengatakan: Iman itu adalah perkataan, amalan dan niat. Ketiganya tidak bisa mencukupi yang lainnya kecuali dengan keberadaan yang lain (salah satu melengkapi ketiganya).” Salah dalam membentuk kata hati dan amal hati akan menjadi gerbang kemunafikan bagi seseorang. Orang-orang mun...

Hukum Makan-Makan Untuk Rumah Baru

Selametan rumah baru hukumnya sunnah Disebutkan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah (8/207), الْوَلِيمَةُ لِلْبِنَاءِ مُسْتَحَبَّةٌ ، كَبَقِيَّةِ الْوَلاَئِمِ الَّتِي تُقَامُ لِحُدُوثِ سُرُورٍ أَوِ انْدِفَاعِ شَرٍّ “Acara makan-makan untuk rumah baru itu dianjurkan sebagaimana walimah (acara makan-makan) lainnya (seperti pada pernikahan) yang di mana walimahan tersebut dilakukan untuk berbagi kebahagiaan atau menghilangkan suatu bahaya (rasa tidak senang dari lainnya).”