Skip to main content

Bolehkah Menggugurkan Kandungan Dalam Islam? (Hukum Seputar Aborsi)


PENGGUGURAN KANDUNGAN (ABORTUS)
Terdapat dua model pengguguran kandungan. Pertama, pengguguran yang terjadi secara alamiyah. Pengguran jenis ini terjadi dengan tidak ada unsur kesengajaan di dalamnya. Sehingga tidak ada konsekuensi hukum di dalamnya. Kedua, karena dilakukan dengan sengaja. Motif pengguguran tersebut bisa bermacam-macam. Bisa karena ingin menutupi aib akibat zina. Bisa juga karena mungkin wanita tersebut tidak menginginkan kehamilan karena urusan sibuk, karir atau ekonomi. Atau bisa juga karena alasan darurat yang memang mengharuskan janin untuk digugurkan secara medis.
Pengguguran kandungan bentuk kedua ini yang diberlakukan hukum di dalamnya karena dilakukan dengan sengaja. Model pengguguran bayi yang seperti ini yang sering ditanyakan oleh masyarakat, sehingga memerlukan penjelasan hukum supaya tidak disalah gunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
PENGERTIAN DAN JENISNYA
Pengguguran kandungan atau janin dalam bahasa inggris disebut dengan abortus atau abortion, secara bahasa artinya adalah gugur kandungan atau keguguran. Secara istilah menurut World Health Organization yaitu keadaan dimana terjadi pengakhiran atau ancaman pengakhiran sebelum fetus hidup di luar kandungan. Fetus belum dapat hidup di luar kandungan jika usia kandungan belum mencapai 28 minggu.

Berbagai alasan dilakukan dalam pengguguran janin secara sengaja. Ada yang karena khawatir akan kemiskinan, atau karena takut menggangu kecantikan fisik, atau karena urusan karir. Alasan lain karena secara medis, janin yang lahir ditakutkan cacat disebabkan karena tadiasi, obat-obatan, keracunan, dan sebagainya. Ada pula yang beralasan karena anak yang dikandung adalah hasil dari hubungan di luar nikah. Tentu saja pengguran alamiyah tidak masuk kedalam pembahasan ini karena tidak masuk dalam kategori ranah hukum.
Menggugurkan janin bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Ada yang melaukannya dengan cara tradisional. Ada juga yang dilakukan dengan bantuan medis profesional, baik dengan curattage dan dilatage (C&D), dengan alat khusus, mulut rahim dilebarkan kemudian janin dikiret dengan alat seperti sendok kecil, aspirasi, atau Hysterotomi. Selain itu juga bisa menggunakan obat-obatan yang ditelan atau diletakkan di dalam vagina wanita.
Meski cara yang digunakan untuk melakukan aborsi sekarang ini sudah sudah dengan teknologi canggih, tapi akibat negatif yang menimpa pelakunya tetap tak bisa dihindarkan. Seperti gangguan psikis ketika alata untuk memperlebar muulut rahim (uterus) dimasukkan atau setelah tembusnya vagina dan dinding rahim yang terkadang terjadi setelah cairan hidrolik yang berbbeda dimasukkan dan pendarahan (bloding) akibat pengunaan obat dan alat yang tidak jarang berujung kepada kematian.
HUKUM PENGGUGURAN JANIN
Para ahli fiqih sepakat bahwa pengguguran kandungan yang telah berusia empat bulan (120 hari) yaitu setelah ditiupkan roh, haram hukumnya. Akan tetapi mereka berbeda pendapat tentang pengguguran sebelum masuk 4 bulan. Para ulama ahli fikih Hanafiyah, termasuk di dalamnya Muhammad Romli dalam kitab al-Nihayah, berpendapat pengguguran janin usia di bawah 4 bulan boleh digugurkan dengan alasan karena belum mempunyai nyawa. Ada pula yang memandang makruh karena janin sedang dalam proses pertumbuhan. Ataupun ahli fiqih Syafi’iyyah terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. Ada yang mengharamkan ada pula yang menghalalkan. Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulum al-Din dan Ibnu Hajar dalam kitabnya al-Tuhfah adalah ulama Syafi’iyyah yang mengharamkan.
Ulama kontemporer seperti Yusuf al-Qardhawi dan Mahmud Syaltut adalah ulama yang mengharamkan  pengguran janin, baik itu sudah sebelum usia 40 hari atau setelahnya. Karena sejak pertemuan sperma dengan ovum, pengguguran merupakan suatu tindakan kejahatan dan haram hukumnnya sekalipun belum diberi nyawa. Akan lebih besar lagi dosanya jika digugurkan dalam kondisi telah bernyawa. Namun dalam kondisi yang sangat darurat pengguguran janin boleh saja untuk dilakukan.
Terkait dengan keadaan darurat yang menyebabkan kebolehan melakukan pengguguran janin oleh Syaltut, yaitu jika berdasarkan hasil diagnosa medis profesional diyakini bahwa bertahannya kandungan yang telah hidup akan mengakibatkan kematian sang ibu dan tidak ada jalan lain kecuali tindakan tersebut, maka syariat islam menyuruh untuk memilih melakukan yang teringan dari dari dua dharurat. Dalam hal ini yang paling ringan adalah menggugurkan janin dan menyelamatkan nyawa ibu. Syaltut berpendapat bahwa Ibu adalah pangkal asal anak, telah jelas hidupnya dan telah tetap di pundak ibu hak dan kewajiban, dan ibu adalah tiang keluarga, maka tidak masuk akal mengorbankan nyawa ibu hanya unutk menyelamatkan janin yang belum ada hak dan kewajiban serta terang hidupnya. Memang itulah jalan keluar yang tampak lebih bijak. Membunuh janin hukumnya haram demikian juga membunuh ibu juga haram. Namun dalam keadaan darurat mengorbankan janin harus menjadi pilihan karena resikonya lebih kecil daripada harus mengorbankan ibu. Hal ini sejalan dengan kaidah fiqh,
إذا تعارضت مفسدتان روعي أعظمها ضررا بارتكاب أخفهما
Jika ada dua mafasadat yang berbenturan, maka yang diambil adalah mafsadat yang paling ringan”
Namun jika penggugurannya dilakukan karena kekhwatiran ekonomi atau hubungan gelap dan bukan karena alasan medis haram hukumnya. Sebagaimana firman Allah,
وَلاَ تَقْتُلُواْ أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُم إنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْءاً كَبِيرا
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kami-lah yang Memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar.” (Qs. al-Isra’ [17]: 31)
لاَ تُلْقُواْ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ
“dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan“ (Qs. al-Baqoroh [2]: 195)
*Wallahu a'lam
Kampung Damai, 2 November 2019


RUJUKAN
Dr. Yusuf Qardhawi, al-Halal wa al-Haram, (Beirut: Maktabah al-Islami, cet. 15, 1994)
Syeikh Mahmud Syaltut, al-Fatawa,  (Cairo: Dar al-Qolam)
Prof. Dr. H. Masjfuk Zuhdi, Masail Fiqhiyyah, (Jakarta: CV. H. Mas Agung, cet. 2, 1991)
Dr. H. Sapiudin Shidiq, M.ag. Fikih Kontemporer, (Jakarta: Kencana, cet. 2, 2017)

Comments

Popular posts from this blog

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

Kapan Ibadah Kurban Disyariatkan?

Ibadah kurban telah disyariatkan bagi kaum muslimin pada tahun ke 2 hijriah di Madinah al-Munawwarah. Pada tahun ini juga disyariatkan kewajiban zakat atas kekayaan harta benda dan kesunnahan shalat ied bagi umat Islam. [1] Namun jika dilihat lebih jauh lagi syariat kurban telah ada di zaman nabi Adam as. seperti yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): ‘Aku pasti membunuhmu!” berkata Habil: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. al-Ma’idah [5]: 27) Kemudian ibadah kurban j...

Jual Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Penerbit Aqwam

Open Order Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad   – Saatnya anda memecahkan belenggu mata rantai kisah heroik fiktif Hollywood dan sejenisnya. Inilah idola nyata bagimu, WAHAI PEMUDA . Inilah buku pertama di Indonesia yang khusus membahas kisah para pemuda yang dikader langsung oleh Rasulullah Muhammad sebagai agen perubahan dunia. Dari kesekian pemuda itu ada yang menjadi Ulama, Komandan Militer, Diplomat, Ahli Beladiri, Ahli Ibadah, Ahli Tafsir, Penuntut ilmu, Intelektual, Saudagar muda yang dermawan, dan lain sebagainnya. Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad  ini dapat menjadi referensi unik dan inspiratif bagi para pemuda di zaman ini. Dalam buku ini dikisahkan karakter dan kelebihan di bidang masing-masing para pemuda zaman Nabi. Di antara mereka ada Mushab bin Umair. Hartawan bertabur kilau dunia dan semerbak wangi. Di antara mereka ada Ali bin Abi Thalib. Si perkasa yang kerahkan segenap tenaga untuk memb...

RUKUN ISLAM BUKAN KESELURUHAN ISLAM

Banyak orang yang salah kaprah menganggap rukun Islam adalah keseluruhan Islam. Padahal sebenarnya rukun Islam itu bukan keseluruhan Islam. Lima perkara yang ada dalam rukun Islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji) itu baru sebagiannya. Memang Rasulullah SAW menyatakan bahwa Islam dibangun di atas 5 perkara. Tapi bukan berarti Islam itu adalah 5 perkara tersebut. Islam itu artinya seluruh aturan yang termuat dalam al-Quran dan as-Sunnah. dan 5 perkara itu adalah pondasinya. Keliru jika kita merasa punya bangunan atau rumah, padahal yang kita miliki baru pondasinya. Lima rukun Islam adalah produk kesimpulan para ulama. Produk rukun islam yang lima ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Umar bin Khathab   ra. dimana Rasulullah saw. bersabda, بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْم...

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Hukum Syar'i Dalam Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh

  Menurut Ibnu Hajib, pengertian hukum syar’i adalah titah ( khithab ) Allah yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf yang berupa tuntutan, pilihan atau ketentuan.

Apa Itu Ilmu Ushul Fiqh?

Sebelum kita mempelajari Ushul Fiqh semakin jauh, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang hakikat Ilmu Ushul F i qh. Karena dengan kita mengetahui hakikat Ushul Fiqh yang benar, berarti akan mengantarkan kepada pemahaman yang benar tentang ilmu ini.   ARTI USHUL FIQH SECARA BAHASA Untuk mengartikan kalimat Ushul Fiqh maka perlu ditelaah dari arti kedua kata tersebut. Kata Ushul Fiqh berasal dari bahasa Arab terdiri dari 2 kata. Kata pertama Ushul secara bahasa artinya segala hal yang menjadi terbangunnya sesuatu darinya. Sedangkan kalimat fiqh secara bahasa artinya pemahaman. Adapun secara istilah arti ushul bisa bermacam-macam. Pertama, ia bisa berarti dalil. Hal ini sebagaimana dalam kalimat: ‘ الأصل في هذه المسألة كذا ’ arti dari kata الاصل di sini adalah dalil. Kedua, berarti: kaidah yang berlaku. Hal ini sebagaimana dalam sebuah kalimat: ألأصل في الميتة التحريم . Sehingga arti الأصل dari kalimat tersebut adalah ‘kaidah yang berlaku’. Pada contoh lain misa...

Apakah Kekafiran Merupakan Takdir Yang Ditetapkan Allah?

  Kekafiran yang dilakukan oleh orang kafir adalah pilihan orang tersebut dan ketetapan Allah dalam waktu bersamaan. Hal ini bisa dijelaskan bahwa kufur dan iman itu perbuatan yang sifatnya pilihan bagi semua manusia. Selain itu juga kehendak yang telah ditetapkan oleh Allah bahwa pilihan-pilihan tersebut akan berkonsekuensi hukuman dan pahala. Tidak ada manusia yang merasa ditekan atau dipaksa untuk memilih hal tersebut.

Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqih

Ushul fiqh yang kita pelajari hari ini tidak pernah dikenal pada awal agama Islam ini muncul. Hal ini dikarenakan para Salaf yaitu dari kalangan Sahabat, Tabi’in dan orang-orang selain mereka yang mana hidup di zaman awal-awal Islam, tidak membutuhkan kaidah-kaidah Ushul Fiqh . Alasannya karena mereka telah memiliki keahlian bahasa yang mumpuni dalam memahami setiap teks dari Nash al-Qur’an maupun al-Sunnah. Para salaf ini adalah orang-orang yang memahami bahwa Ism Fa’il itu kedudukannya marfu’. Begitu juga mereka adalah orang yang memahami bahwa huruf ما dalam bahasa arab berarti menjukkan makna ‘umum’. Mereka juga tahu bahwa huruf ما memiliki dua makna, pertama , memiliki arti ‘hakikat’ jika hal itu diletakkan pada sesuatu yang tidak berakal dan yang kedua, menjadi bermakna ‘majaz’ jika diletakkan pada sesuatu yang berakal. Sehingga dari pondasi pemahaman bahasa seperti inilah kemudian kaidah-kaidah ushul fiqih sudah terbentuk di kepala mereka. Dengan adanya pemahaman kaid...