(Penegasan: Ini hanya berlaku untuk ulama. Bukan orang yang kadung dianggap ulama. Ibarat kata, tidak mungkin seorang yang terganggu penglihatannya dijadikan petunjuk jalan) Sepandai-pandai tupai melompat, sesekali akan jatuh. Sepandai-pandainya orang, sesekali juga bisa salah. Kesalahan itu wajar lumrah. Siapa coba orang yang tidak pernah salah? Tapi, memang berbeda, kesalahan orang awam dengan kesalahan ulama. Kesalahan ulama akan cepat viral, share demi share, forward demi forward, sangat cepat. Adalah seorang Imam Abu Hanifah pernah melihat seorang anak kecil yang bermain-bermain tanah liat. Beliau kemudian menegur anak itu, "Nak, hati-hati! Jangan sampai terpleset ke tanah liat!" Anak itu justru membalas, "malah seharusnya anda yang jangan sampai terpleset! Karena jika ulama terpleset, berarti adalah kehancuran bagi alam semesta" Rupanya, perkataan anak kecil itu sangat membekas dan mengguncang jiwa Imam Abu Hanifah. Sejak saat itu, beliau sangat berhati-hati...
Apakah anda ingin menghafal al-Qu’an? Jika memang iya, ini adalah target waktu hafalan al-Qur’an yang bisa anda pilih dengan kondisi dan kemampuan anda masing-masing. Anda bisa menimbang antara target dan kemampuan. Dengan memiliki target ini anda bisa mengukur kapan anda bisa selesai menghafal al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an adalah program seumur hidup. Jika anda tidak memiliki target, sebaik apapun kemampuan, anda tidak akan tercapai. Namun jika anda menghitungnya dengan tepat anda akan mendapatkannya. Meskipun dengan relatif waktu yang tidak cepat. Asalkan memiliki komitmen yang kuat. Berikut adalah acuan hafalan yang anda dapatkan jika anda menghafal al-Qur’an perbaris. Acuan al-Qur’an yang digunakan dalam tulisan ini adalah mushaf utsmani yang 1 halamannya berjumlah 15 baris. 1 juz berjumlah 20 halaman. Ø Jika anda menghafal 1 baris sehari, maka anda akan hafal 1 juz dalam 10 bulan, dan hafal al-Qur’an dalam 24 tahun 4 bulan. Ø Jika anda menghafal 2 baris se...