Skip to main content

KHUTBAH JUM’AT (2) 7 BAHAYA KESYIRIKAN

 

ilustrasi (Pixabay)

KHUTBAH PERTAMA:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته...

إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ، وَ نَسْتَعِينُهُ، وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِالِله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَا الله، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولهُ، أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا رسول الله

 قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الله حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوتُنّ إِلاّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُون(

وَ قَلَ: فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إني خلقت عبادي حنفاء كلهم، وإنهم أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم، وخرمت عليهم ما أحللت لهم، وأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطانا

Jamaah juma’at yang dirahmati Allah...

Selalu dan selalu khatib ingatkan kepada khatib pribadi dan kepada seluruh jamaah sekalian agar bertakwa kepada Allah. Cara bertakwa kepada Allah adalah dengan mengerjakan apa yang Allah suruh dan meninggalkan apa yang Allah larang.

Shalawat beriring salam semoga tetap tercurah kepada nabi kita Rasulullah Muhammad saw. yang telah mengajarkan kita tentang keimanan dan keislaman. Hingga kita bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah dengan kacamata syariat islam yang rahmatan lil alamin...

Jama’ah shalat jumat yang semoga Allah ramhati...

Sesungguhnya kandungan utama yang ada di dalam al-Qur’an dari awal ayat hingga akhir ayat adalah mengajak kepada tauhid dan mengingkari syirik. Menjelaskan tentang kebahagiaan orang-orang yang bertauhid di dunia, dan kebaikan akhir hidup mereka kelak di akhirat. Al-Qur’an juga menjelaskan tentang betapa sengsara kehidupan orang-orang yang syirik di dunia dan akhirat. Syirik kepada Allah memiliki bahaya yang sangat besar. Baik bagi pribadi setiap individu atau bagi masyarakat luas. Di antara bahaya kesyirikan adalah sebagai berikut,

1.      Syirik Merupakan Penyelewengan Dari Fitrah Yang Suci.

Fitrah setiap manusia adalah beriman kepada Allah dan hanya condong untuk menyembah kepada Allah saja. karena Allah adalah tuhan bagi semua yang ada di alam raya dan pencipta segalanya. Allah swt. berfirman,

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفاً فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah Menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Qs. al-Ruum: 30)

Maksud dari kalimat (فِطْرَةَ اللَّهِ) adalah agama Islam dan kalimat (لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ) adalah untuk agama Allah. [Syifaul ‘alil, hal. 572]

Sehingga setiap orang yang keluar dari tauhid menuju syirik, maka hakikatnya fitrahnya telah rusak atau bisa juga karena buruknya kualitas fitrah yang dia miliki. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah saw.,

كل مولود يولد على الفطرة، فأبواه يهودانه، أو يناصرانه، أو يمجسانه

“Setiap anak yang dilahirkan itu lahir dalam kondisi fitrah, maka kemudian ayahnya yang membuat dia Yahudi, Nashrani atau Majusi” (Hr. Bukhari Muslim)

Dalam hadits ini Rasulullah tidak mengatakan membuat dia muslim. Sebab pada dasarnya semua bayi yang baru lahir satatusnya adalah Muslim.

Dikatakan di dalam hadits qudsi Allah swt. Berfirman,

إني خلقت عبادي حنفاء كلهم، وإنهم أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم، وخرمت عليهم ما أحللت لهم، وأمرتهم أن يشركوا بي ما لم أنزل به سلطانا

“Sesungguhnya aku menciptakan hambaku dalam kondisi lurus (Muslim), kemudian setan mendatanginya dan menyelewengkannya dari agama mereka, mereka kemudian mengharamkan apa yang telah Aku halalkan dan menyekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak pernah aku turunkan” (Hr. Muslim)

2.      Syirik Menyebabkan Manusia Terhina Dan Rendah Martabat.

Hakikat kemulian hanya dengan keimanan kepada Allah swt. serta mentauhidkannya. Allah berfirman,

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعاً

“Barangsiapa manghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah.” (Qs. Fathir: 10)

Maksud dari ayat di atas, siapapun yang menginginkan kemuliaan di dunia dan akhirat hendaknya membiasakan diri untuk taat kepada Allah, mentauhidkan-Nya dan meninggalkan kesyirikan. Sebab hanya Allah pemilik segala apa yang berada di dunia dan akhirat.

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعاً

“(yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang Mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.” (Qs. al-Nisa’: 139)

Dalam tafsir Ibnu Katsir (536/6) Mujahid berkata: Barang siapa yang menginginkan kemuliaan dengan menyembah berhala, maka ketahuilah kemuliaan itu hanya milik Allah semata.

Lalu, Kemuliaan macam apa yang diharapkan dari menghamba kepada sesama makhluk?

3.      Syirik Membuat Manusia Menjadi Galau Dan Merana Serta Terguncang Jiwanya.

Kondisi jiwa seseorang ketika telah mentauhidkan Allah dengan benar telah menjadi sebaik-baik manusia. Semua yang dia lakukan hanya mengarah kepada Allah semata. Hal ini sebagaimana firman Allah,

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ -١٦٢- لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَاْ أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,- tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (Muslim).” (Qs. al-An’am 162-163)

Para ahli tauhid akan selalu tenang hatinya. Setiap pergerakan yang dia lakukan selama hidupnya hanya dipersembahkan untuk menggapai ridho Allah.

Hal ini berbeda dengan kondisi ahli syirik yang tidak jelas arah tujuannya. Mereka akan selalu mencari keridhoan sesama manusia. Bahkan mereka mencari keridhoan di hadapan berhala-berhala mati atau di atas kuburan. Sehingga wajar jika orang-orang yang tidak mentauhidkan Allah ini banyak yang stres akhirnya jatuh kepada lembah narkoba atau minuman keras. Banyak dari orang ini yang bunuh diri karena stres tingkat tinggi. Karena mereka tidak memiliki harapan yang bisa mereka harapkan. Hal ini sebagaimana firman Allah,

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً رَّجُلاً فِيهِ شُرَكَاء مُتَشَاكِسُونَ وَرَجُلاً سَلَماً لِّرَجُلٍ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلاً الْحَمْدُ لِلَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

“Allah Membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (hamba sahaya) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan, dan seorang hamba sahaya yang menjadi milik penuh dari seorang (saja). Adakah kedua hamba sahaya itu sama keadaannya? Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (Qs. al-Zumar: 29)

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit,” (Qs. Thaha: 124)

4.      Syirik Bisa Menimbulkan Ketakutan Yang Tidak Masuk Akal.

Orang yang syrik akan selalu dihantui oleh rasa takut yang tidak masuk akal dalam kehidupannya. Mereka akan ketakutan dengan khurafat, mitos dan legenda-legenda bohong. Mereka akan ketakutan tentang rizki. Mereka akan ketakutan tentang kehidupan. Dan sebagainya. Hal ini sesuai dengan apa yang Allah swt. firmankan,

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُواْ الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُواْ بِاللّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَاناً

“Akan Kami Masukkan rasa takut ke dalam hati orang-orang kafir, karena mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu.” (Qs. ali Imran: 151)

5.      Perbuatan Syirik Akan Membuat Darah Dan Hartanya Menjadi Halal.

Orang musyrik darah dan hartanya menjadi halal disebabkan kesyirikan mereka. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah,

فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ الصَّلاَةَ وَآتَوُاْ الزَّكَاةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui, tangkaplah dan kepunglah mereka, dan awasilah di tempat pengintaian. Jika mereka bertobat dan melaksanakan shalat serta menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (Qs. al-Taubah: 5)

Imam al-Qurthubi menafsirkan, di dalam ayat ini Allah mengaitkan pembunuhan dengan syirik, kemudian mengatakan (فَإِن تَابُواْ) jika mereka kemudan bertaubat. Pada dasarnya ketika kesyirikan itu hilang maka hilang juga perintah untuk membunuh orang  musyrik ini. Hal ini dikuatkan dengan hadits Nabi saw. beliau bersabda,

أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهد أن لا إله إلا الله و أن محمدا رسول الله، و يقيم الصلاة، ويؤتوا الزكاة، فإذا فعلوا ذلك عصموا مني دماءهم وأموالهم إلا بحق الإسلام، وحسابهم على الله

“Aku diperintahkan untuk membunuh orang-orang sampai mereka bersyahadat bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, lalu mereka menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Jika mereka telah melakukan itu semua maka harta dan nyawa mereka terjaga kecuali dengan hak islam, sedangkan perhitungan mereka di sisi Allah kelak” (Hr. Bukhari dan Muslim)

6.      Syirik Akan Menghapuskan Amalan Pelakunya.

Allah firmankan dalam al-Qur’an,

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (Qs. al-Zumar: 65)

Dari ayat ini kita bisa mengetahui bahwa orang yang melakukan syirik adalah orang yang rugi. Karena syirik akan merusak dan menghapus amal baik yang telah kita lakukan. Sehingga pada akhirnya kelak di akhirat kita termasuk orang yang merugi. Amalan yang dikumpulkan di dunia dengan susahpayah tidak akan ada hasilnya jika masih melakukan kesyirikan. Hal ini juga senada dengan firman Allah swt. yang berbunyi,

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالاً -١٠٣- الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعاً -١٠٤- أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْناً -١٠٥-

“Katakanlah (Muhammad), “Apakah perlu Kami Beritahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?” (Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan (tidak percaya) terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat.” (Qs. al-Kahfi: 103-105)

Para ulama membagi syirik menjadi dua yaitu syirik akbar atau disebut dengan syirik besar dan syirik asyghar atau disebut dengan syirik kecil. Syirik akbar akan menghapus seluruh amal tanpa tersisa. Sedangkan syirik asyghar atau kecil hanya akan merusak satu amalan saja. Ancaman bagi pelaku syirik besar yaitu sebagaimana yang disabdakan nabi saw.,

قال الله تبارك وتعالى: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملا أشرك فيه معي غيري تركته وشركه

“Allah yang Maha Tinggi dan Maha Suci berfirman: Aku tidak butuh sekutu, barang siapa yang mengangkat sekutu bagi-Ku dalam amalannya, maka aku akan tinggalkan amalannya beserta sekutu yang telah dia buat.” (Hr. Muslim)

Dalam hadits lain,

حديث عائشة رضي الله عنها قالت: قلت: يا رسول الله! ابن جذعان كان في الجاهلية يصل الرحيم، و يطعم المسكين، فهل ذلك نافعة؟ قال: "لا ينفعه، إنه لم يقل يوما: رب اغفرلي خطيعتي يوم الدين

“Hadits yang diriwayatkan Aisyah ra. beliau pernah bertanya kepada Rasulullah saw.: ‘Wahai Rasulullah, Ibnu Judz’an ketika di masa jahiliyyah suka menyambung tali kekerabatan, suka memberi makan orang-orang miskin, apakah amalannya akan bermanfaat (di akhirat)?’ Rasulullah menjawab: ‘Amalan dia tidak bermanfaat, sebab ketika dia meninggal tidak mengatakan ‘Rabbighfirli khoti’ati yaumid din’ ya Allah ampuni dosa-dosaku kelak di hari akhir’ (tidak bertaubat)” (Hr. Ahmad)

Adapun ancaman syirik kecil tidak akan menghapus seluruh amal. Namun syirik kecil akan merusak satu amalan saja yang dia lakukan dengan campuran syirik. Rasulullah bersabda,

إن أخوف ما أخاف عليك الشرك الأصغر, قالوا: وما الشرك الأصغر يا رسول الله؟ قال: الرياء، يقول الله عز و جل يوم القيامة - إذا جزي الناس بأعمالهم: اذهبوا إلى الذين كنتم تراءون في الدنيا، فانظروا هل تجدون عندهم جزاء

“Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari kalian adalah syirik kecil.’ Para sahabat lalu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana syirik kecil itu?’ Rasulullah menjawab, ‘Yaitu riya’ (berbuat amal sholeh untuk tujuan pamer), Kelak di hari kiamat –ketika manusia telah mendapat balasan amalan- Allah akan berfirman: ‘carilah balasan kepada orang yang kalian pameri’” (Hr. Ahmad)

7.      Surga Diharamkan Bagi Pelaku Kesyirikan.

Apa lagi tempatnya selain neraka kalau surga sudah diharamkan bagi pelaku syirik. Allah swt. berfirman,

إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللّهُ عَلَيهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

“Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah Mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu.” (Qs. al-Maidah: 72)

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ وَمَن يُشْرِكْ بِاللّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْماً عَظِيماً

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia Mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia Kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.” (Qs. al-Nisa’: 48)

Ada juga ketika seorang mukmin dari kaum fir’aun yang menasihati kaumnya,

وَيَا قَوْمِ مَا لِي أَدْعُوكُمْ إِلَى النَّجَاةِ وَتَدْعُونَنِي إِلَى النَّارِ -٤١- تَدْعُونَنِي لِأَكْفُرَ بِاللَّهِ وَأُشْرِكَ بِهِ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَأَنَا أَدْعُوكُمْ إِلَى الْعَزِيزِ الْغَفَّارِ -٤٢-

“Dan wahai kaumku! Bagaimanakah ini, aku menyerumu kepada keselamatan, tetapi kamu menyeruku ke neraka? (Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Maha Perkasa, Maha Pengampun?” (Qs. Ghafir: 41-42)

Syirik merupakan sebab yang paling pasti untuk masuk ke dalam neraka. Karena syirik akan mengharamkan pelakunya masuk ke surga. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw.,

لا يدخل الجنة إلا نفس مسلمة

“Tidak ada yang bisa masuk surga kecuali jiwa orang muslim” (Hr. Bukhari dan Muslim)

من مات يشرك بالله شيئا دخل النار

“Barang siapa yang meninggal dalam kondisi syirik kepada Allah, maka dia masuk ke dalam neraka” (Hr. Bukhari dan Muslim)

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على رسوله الكريم، ولى آله وصحبه أجمعين، أما بعد.

Jamaah yang dirahmati Allah. Pada khutbah yang kedua ini mari kita tutup dengan do’a,

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات...

اللهم لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك سميع الدعاء....

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفرلنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين...

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار...

سبحان ربك رب العزة عنما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين...

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعضكم لعلكم تذكرون، فاذكر الله يذكركم واشكرواه على نعمكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون...

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته...

Disarikan dari: Dr. Mahmud bin Ahmad al-Dausi

Comments

Popular posts from this blog

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

Kapan Ibadah Kurban Disyariatkan?

Ibadah kurban telah disyariatkan bagi kaum muslimin pada tahun ke 2 hijriah di Madinah al-Munawwarah. Pada tahun ini juga disyariatkan kewajiban zakat atas kekayaan harta benda dan kesunnahan shalat ied bagi umat Islam. [1] Namun jika dilihat lebih jauh lagi syariat kurban telah ada di zaman nabi Adam as. seperti yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): ‘Aku pasti membunuhmu!” berkata Habil: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. al-Ma’idah [5]: 27) Kemudian ibadah kurban j...

Jual Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Penerbit Aqwam

Open Order Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad   – Saatnya anda memecahkan belenggu mata rantai kisah heroik fiktif Hollywood dan sejenisnya. Inilah idola nyata bagimu, WAHAI PEMUDA . Inilah buku pertama di Indonesia yang khusus membahas kisah para pemuda yang dikader langsung oleh Rasulullah Muhammad sebagai agen perubahan dunia. Dari kesekian pemuda itu ada yang menjadi Ulama, Komandan Militer, Diplomat, Ahli Beladiri, Ahli Ibadah, Ahli Tafsir, Penuntut ilmu, Intelektual, Saudagar muda yang dermawan, dan lain sebagainnya. Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad  ini dapat menjadi referensi unik dan inspiratif bagi para pemuda di zaman ini. Dalam buku ini dikisahkan karakter dan kelebihan di bidang masing-masing para pemuda zaman Nabi. Di antara mereka ada Mushab bin Umair. Hartawan bertabur kilau dunia dan semerbak wangi. Di antara mereka ada Ali bin Abi Thalib. Si perkasa yang kerahkan segenap tenaga untuk memb...

RUKUN ISLAM BUKAN KESELURUHAN ISLAM

Banyak orang yang salah kaprah menganggap rukun Islam adalah keseluruhan Islam. Padahal sebenarnya rukun Islam itu bukan keseluruhan Islam. Lima perkara yang ada dalam rukun Islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji) itu baru sebagiannya. Memang Rasulullah SAW menyatakan bahwa Islam dibangun di atas 5 perkara. Tapi bukan berarti Islam itu adalah 5 perkara tersebut. Islam itu artinya seluruh aturan yang termuat dalam al-Quran dan as-Sunnah. dan 5 perkara itu adalah pondasinya. Keliru jika kita merasa punya bangunan atau rumah, padahal yang kita miliki baru pondasinya. Lima rukun Islam adalah produk kesimpulan para ulama. Produk rukun islam yang lima ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Umar bin Khathab   ra. dimana Rasulullah saw. bersabda, بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْم...

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Hukum Syar'i Dalam Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh

  Menurut Ibnu Hajib, pengertian hukum syar’i adalah titah ( khithab ) Allah yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf yang berupa tuntutan, pilihan atau ketentuan.

Apa Itu Ilmu Ushul Fiqh?

Sebelum kita mempelajari Ushul Fiqh semakin jauh, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang hakikat Ilmu Ushul F i qh. Karena dengan kita mengetahui hakikat Ushul Fiqh yang benar, berarti akan mengantarkan kepada pemahaman yang benar tentang ilmu ini.   ARTI USHUL FIQH SECARA BAHASA Untuk mengartikan kalimat Ushul Fiqh maka perlu ditelaah dari arti kedua kata tersebut. Kata Ushul Fiqh berasal dari bahasa Arab terdiri dari 2 kata. Kata pertama Ushul secara bahasa artinya segala hal yang menjadi terbangunnya sesuatu darinya. Sedangkan kalimat fiqh secara bahasa artinya pemahaman. Adapun secara istilah arti ushul bisa bermacam-macam. Pertama, ia bisa berarti dalil. Hal ini sebagaimana dalam kalimat: ‘ الأصل في هذه المسألة كذا ’ arti dari kata الاصل di sini adalah dalil. Kedua, berarti: kaidah yang berlaku. Hal ini sebagaimana dalam sebuah kalimat: ألأصل في الميتة التحريم . Sehingga arti الأصل dari kalimat tersebut adalah ‘kaidah yang berlaku’. Pada contoh lain misa...

Apakah Kekafiran Merupakan Takdir Yang Ditetapkan Allah?

  Kekafiran yang dilakukan oleh orang kafir adalah pilihan orang tersebut dan ketetapan Allah dalam waktu bersamaan. Hal ini bisa dijelaskan bahwa kufur dan iman itu perbuatan yang sifatnya pilihan bagi semua manusia. Selain itu juga kehendak yang telah ditetapkan oleh Allah bahwa pilihan-pilihan tersebut akan berkonsekuensi hukuman dan pahala. Tidak ada manusia yang merasa ditekan atau dipaksa untuk memilih hal tersebut.

Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqih

Ushul fiqh yang kita pelajari hari ini tidak pernah dikenal pada awal agama Islam ini muncul. Hal ini dikarenakan para Salaf yaitu dari kalangan Sahabat, Tabi’in dan orang-orang selain mereka yang mana hidup di zaman awal-awal Islam, tidak membutuhkan kaidah-kaidah Ushul Fiqh . Alasannya karena mereka telah memiliki keahlian bahasa yang mumpuni dalam memahami setiap teks dari Nash al-Qur’an maupun al-Sunnah. Para salaf ini adalah orang-orang yang memahami bahwa Ism Fa’il itu kedudukannya marfu’. Begitu juga mereka adalah orang yang memahami bahwa huruf ما dalam bahasa arab berarti menjukkan makna ‘umum’. Mereka juga tahu bahwa huruf ما memiliki dua makna, pertama , memiliki arti ‘hakikat’ jika hal itu diletakkan pada sesuatu yang tidak berakal dan yang kedua, menjadi bermakna ‘majaz’ jika diletakkan pada sesuatu yang berakal. Sehingga dari pondasi pemahaman bahasa seperti inilah kemudian kaidah-kaidah ushul fiqih sudah terbentuk di kepala mereka. Dengan adanya pemahaman kaid...