Skip to main content

KHUTBAH JUM’AT (5) NIKMAT ALLAH TAK TERHITUNG

 

KHUTBAH PERTAMA

إن الحمد لله , نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئة أعملنا من يهده الله فلا مضل الله له ومن يضلله فلا هادي له , وأشهد أن لاإله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله  .قال الله تبارك وتعالى فى الكتاب العزيز , أعوذ بالله من الشيطان الرجيم . بسم الله الرحمن الرحيم

ياأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبا

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا {70} يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا {71}

أوصيكم وإياي بتقوالله فقد فاز الؤمنون المتقون...أما بعد

Jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah...

Dalam kehidupan kita ada banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Nikmat Allah selalu bersama kita pada setiap hembusan nafas dan setiap kedipan mata. Ada macam-macam kenikmatan secara dzahir maupun batin. Ada nikmat yang bisa kita rasakan secara langsung dan ada pula yang tidak bisa kita rasakan secara langsung.

Sehingga Allah mengingatkan kita melalui al-Qur’an untuk selalu menghitung-hitung nikmat yang telah ia berikan. Hal ini sebagaimana Allah berfirman,

اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَّكُمْ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الأَنْهَارَ -٣٢- وَسَخَّر لَكُمُ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ دَآئِبَينَ وَسَخَّرَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ -٣٣- وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ -٣٤-

“Allah-lah yang telah Menciptakan langit dan bumi dan Menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia Mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah Menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan Kehendak-Nya, dan Dia telah Menundukkan sungai-sungai bagimu. Dan Dia telah Menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. Dan Dia telah Memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (Qs. Ibrahim: 32-34)

Maksud ayat ini bukan berarti membatasi jumlah nikmat Allah. Akan tetapi kita disuruh untuk meresapi setiap nikmat yang ada adalah berasal dari Allah. Dengan banyak nikmat yang ada di sekitar kita yang tak terhitung jumlahnya. Sehingga dengan menghitung nikmatnya kita bisa menjadi hamba yang baik sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Sebagai bentuk terimakasih atas setiap pemberian-Nya.

Hamba Allah yang kami muliakan...

Bagaimana mungkin seorang hamba akan mensyukuri nikmat, sedangkan ia tidak mengerti kenikmatan macam apa yang dia syukuri? Maka barang siapa yang ingin mengerti tentang kenikmatan Allah hendaknya ia memicingkan matanya! Perhatikan seorang makhluk yang paling bersyukur yaitu Nabi Muhammad saw. ketika mengatakan,

لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

“Aku tidak bisa menghitung pujian atasMu, Engkau adalah dzat terpuji sebagaimana Engkau memuji diriMu” (Hr. Muslim 751)

Bahkan ketika seorang memuji Allah, itu tidaklah sebanding dengan nikmat yang Allah berikan kepada dirinnya.

Ibnu Katsir –rahimahullah- menanfsirkan ayat wa in ta’uddu ni’matallahi la tuhsuha yaitu “Allah mengabarkan bahwa seoarang hamba tidak akan mampu dalam menghitung nikmat yang diberikan oleh Allah sehingga akan menjadi keutamaan bagi yang mensyukurinya, hal ini sebagaimana yang dikatakan Thalq bin Hubaib –rahimahullah- ‘sesungguhnya hak Allah itu sangat berat untuk dipenuhi oleh seorang hamba, namun nikmat Allah itu lebih banyak daripada apa yang bisa dihitu seorang hamba’”

Al-Syaukani –rahimahullah- mengatakan, “Sudah diketahui seandainya seseorang hamba diminta untuk menghitung setiap anggota bandannya atau indra yang dimilikinya, tentu ia tidak akan mampu menghitungnya, apalagi menghitung segala hal yang ada di badannya. Apa lagi menghitung semua yang ia dapat setiap saat. Yang mana nikmat itu sangatlah banyak dan bermacam-macam”

Bahkan seandainya salah satu anggota badan manusia akan dihilangkan, kemudian dia tidak bisa menolak hal itu kecuali dengan membayar apa yang ia miliki. Bahkan apapun yang bisa diusahakan di dunia ini. Pastilah ia usahakan.

Jamaah yang dirahmati Allah...

Ayat di atas kemudian ditutup dengan kalimat,

إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Sungguh, manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari nikmat Allah” (Qs. Ibrahim: 34)

Ingkar nikmat Allah adalah tabiat mayoritas manusia. Tabiat manusia yang selalu menempel seperti mengingkari nikmat dan tidak bersyukur. Tabiat yang selalu mendzalimi diri sendiri. Mengingkari nikmat atau kufur nikmat terhadap apa yang telah Allah berikan. Tabiat untuk selalu meninggalkan hak-hak Allah. Tabiat ini kemudian membuat manusia enggan untuk menyembah Allah sang pemberi nikmat. Kecuali hanya sebagian kecil saja hamba Allah yang bisa mensyukuri nikmat. Hal ini sebagai mana yang difirmankan Allah,

وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur” (Qs. Saba’: 13)

Saudaraku seiman...

Mari kita bersyukur kepada Allah. Allah tidak pernah meminta kita untuk mensyukuri seluruh nikmatnya. Karena Allah tau kita tidak akan mampu melakukan itu. Dan karena Allah adalah dzat yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Sehingga seorang hamba hanya cukum melakukan syukur ketika ia merasa mendapat nikmat, dan bertaubat ketika ia jatuh ke dalam maksiat.

 Perbanyaklah mengingat nikmat yang telah Allah berikan. Karena dengan itu kecintaan kita kepada Allah akan semakin meningkat. Karena setting hati kita akan mencintai siapapun yang telah memberi dan berbuat baik kepada kita. Dan membenci siapapun yang menggangu kita. Dan tidak ada yang lebih besar kebaikan dan pemberiannya selain Allah swt.. karena nikmat Allah dan kebaikannya selalu melimpah ruah bagi semua hambanya setiap waktu dan setiap saat.

KHUTBAH KEDUA

الحمد لله بمحامده التي حمده بنفسه، وحمده بها الذين اصطفى من عباده، حمدا طيبا مباركا فيه كما يحب ربنا ويرضى، والصلاة والسلام على رسوله الكريم، وبعد:

Jamaah yang dirahmati oleh Allah...

Padu khutbah kedua ini, khotib mengharapkan kepada diri sendiri dan jama’ah sekalian agar senantiasa bersyukur. Kalau kita belum bisa menjalankan ketaatan secara keseluruhan, paling tidak kita tidak jatuh kepada kemaksiatan. Tentu yang terbaik adalah orang-orang yang menjalankan ketaatan dan menjauhi kemaksiatasn. Marilah kita tutup khutbah pada siang hari ini dengan do’a.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

اَللّهُمّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنًاتِ اَلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنّكَ سَمِيْعٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ

رَبّنََا لاَتًؤَخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلىَ الّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تُحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَنَا فَانْصُرْنَا عَلىَ الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبّنَا آتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. وَالْحَمْدُ لله رَبّ الْعَالَمِيْنَ

Comments

Popular posts from this blog

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Khutbah Jum’at : Semangat Salaf dalam Menyambut Bulan Ramadhan

  Khutbah jumat ini berisi tentang keutamaan bulan ramadhan dan bagaimana sambutan para salaf dalam menyambut ramadhan. Di antara bentuk sambutan para salaf adalah dengan meningkatnya ibadah mereka di bulan ramdhan. Ini semua adalah dalam rangka menyambut kedatangan bulan ramadhan yang lebih baik. Caranya adalah dengan mengikuti jejak salafush shalih dalam menyambut bulan ramadhan.

Khutbah Jum'at: Keutamaan Mencari Ilmu

Khutbah jumat ini berisikan tentang keutamaan menuntut ilmu, semangat kaum salaf dalam mencari ilmu dan bahaya kebodohan yang diakibatkan tidak memiliki ilmu.

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

Dowload Buku Iqro’ 1-6 pdf

Siapa yang tidak kenal dengan buku iqro’? hampir tidak ada di Indonesia ini yang tidak mengenal buku iqro’. Buku ini sangat populer diseluruh anak Indonesia yang ingin belajar membaca al-Qur’an.

ACUAN TARGET HAFALAN AL-QUR’AN PER BARIS, PER BULAN SAMPAI HAFIZH 30 JUZ

Apakah anda ingin menghafal al-Qu’an? Jika memang iya, ini adalah target waktu hafalan al-Qur’an yang bisa anda pilih dengan kondisi dan kemampuan anda masing-masing. Anda bisa menimbang antara target dan kemampuan. Dengan memiliki target ini anda bisa mengukur kapan anda bisa selesai menghafal al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an adalah program seumur hidup. Jika anda tidak memiliki target, sebaik apapun kemampuan, anda tidak akan tercapai. Namun jika anda menghitungnya dengan tepat anda akan mendapatkannya. Meskipun dengan relatif waktu yang tidak cepat. Asalkan memiliki komitmen yang kuat. Berikut adalah acuan hafalan yang anda dapatkan jika anda menghafal al-Qur’an perbaris. Acuan al-Qur’an yang digunakan dalam tulisan ini adalah mushaf utsmani yang 1 halamannya berjumlah 15 baris. 1 juz berjumlah 20 halaman. Ø   Jika anda menghafal 1 baris sehari, maka anda akan hafal 1 juz dalam 10 bulan, dan hafal al-Qur’an dalam 24 tahun 4 bulan. Ø   Jika anda menghafal 2 baris se...

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Do’a Memakai Pakaian Baru Lengkap Teks Arab, Cara Baca dan Artinya

Do’a ini bisa dibaca saat akan menggunakan pakaian atau setelahnya. Bisa juga saat menggunakan pakaian. Bebas. Teks Do’a Memakai Pakaian الْحَمْدُ للَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّة Cara Membaca: Arti Do’a Alhamdu lillahilladzi kasani hadza tsawba wa razaqanihi min ghairi haulin minni wala quwwah. “Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini serta merezekikannya kepadaku tanpa kesulitan dan kepayahan” (Hr. Abu Daud 4023, Al-Tirmidzi 3457, Ibnu Majah 3285) Jika anda ingin lebih mudah membacanya silahkan simak video berikut: Disunnahkan memca do’a ini saat memakaipakaian . Cara membacanya bisa dengan lirih, keras atau di dalam hati.  Semoga kita semua dapat mengamalkan do'a ini   mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Wallahu a’lam. Sumber: Hisnul Muslim , Karya: Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahtani.

Do’a Ketika Bangun dari Tidur Lengkap Teks, Arti dan Cara Baca

Salah satu yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam adalah berdo’a ketika bangung dari tidur. Sehingga setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, bagaimanapun dan kapanpun kondisinya, disunnahkan untuk membaca do’a Bangun Tidur. Do’a ini bisa dibaca ketika tidur malam maupun tidur siang. Bisa dibaca dengan keras, bisa juga dibaca dengan lirih, bisa juga hanya di dalam hati saja. Sesuai dengan kondisi dan kenyamanan bagi yang membacanya. Yang paliing utama dari do’a ini adalah meresapi makna dan membacanya dengan penuh kesyukuran kepada Allah ta’ala. Berikut ini adalah teks do’a bangun tidur lengkap, dalam bahasa arab yang dilengkapi degan harakat beserta artinya serta cara membacanya. Selain itu juga kami sertakan video cara membacanya yang bisa disimak, dengan harapan agar dapat memudahkan para pembaca untuk menghafalkannya. Video: Do'a Bangun Tidur Teks Do’a Bangun Dari Tidur الْحَمْدُ للَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ ال...

Ashabul A’rof dan Akhir Perjalanan Mereka

Siapa itu ashabul a’rof ? Bagaiman nasib akhir kehidupan ashabul a’rof ? Apakah a’rof adalah tempat akhir selain surga dan neraka? Tulisan ini insya Allah akan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENGERTIAN ASHABUL A’ROF Di akhirat kelak ada tempat selain dari surga dan neraka bernama ‘ al-A’rof ’. Secara definitif prespektif etimologi dari bahasa arab yang artinya adalah ‘tempat tinggi’. Secara istilah artinya adalah tempat yang tinggi berada diantara surga dan neraka, dimana orang yang berada di situ bisa melihat penduduk surga dan neraka. Orang-orang yang berada di tempat ini adalah orang-orang yang pahala kebaikannya dan dosa keburukannya memiliki berat yang sama. Kemudian orang yang berada ditempat ini akan dimasukkan kedalam surga bukan di neraka. Di antara kriteria ashabul a’rof adalah orang-orang yang keluar berjihad di jalan Allah tanpa izin orang tua. Kemudian mereka ini terbebas dari neraka karena mereka terbunuh di jalan Allah. Dan mereka tertahan untuk...