Skip to main content

Khutbah Jumat | Wafatnya Ulama Adalah Kebocoran Islam

Kematian ulama hari ini sedang banyak melanda kaum muslimin di manapun. Hingga sebagian kalangan mengatakan tahun ini sebagai ammul huzni (tahun kesedihan) bagi kaum muslimin. Maka khutbah ini berbicara tentang wafatnya para ulama merupakan kesedihan yang mendalam bagi kaum muslimin.

KHUTBAH PERTAMA:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته...

إِنّ الْحَمْدَ للهِ نَحْمَدُهُ، وَ نَسْتَعِينُهُ، وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوذُ بِالِله مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَ سَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلّ لَهُ، وَ مَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَا الله، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولهُ، أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدا رسول الله

 قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الله حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوتُنّ إِلاّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُون(

وَ قَلَ: يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الله وَ قُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يّصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَ مَنْ يّطِعِ الله وَ رَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا(

وقال رسول الله صلى الله عليه و سلم : اتق الله حيثما كنت و اتبع السيئات الحسية تمحوها و خالق الناس بخلق حسن أَمّا بَعْدُ: فَإِنّ أَحْسَنَ الْكَلَم كَلَمُ الله، وَ خَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشّرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَ كُلّ مُحْدَثاَتٍ بِدْعَةٌ، وَ كُلّ بِدْعَةٍ ضَلَلَةٌ، وَ كُلّ ضَلَلَةٍ فِى النّارِ

Dalam Khutbah ini kami selaku khotib mengajak jamaah sekalian untuk selalu bersyukur dengan mengucap alhamdulillah. Atas kenikmatan yang diberikan oleh Allah. Dan limpahan hidayah dan taufiqnya sehingga kita masih mau dan mampu menjalankan ibadah.

Selanjutnya saya mengajak jam’ah untuk selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu alaih wa sallam dengan selalu mengucapkan allahumma shalli ala sayyidina muhammad. Dan memperbanyak membacanya pada hari jum’at ini. Agar kelak kita semua mendapatkan syafa’at dan berkumpul di surga bersama-sama.

Saya sebagai khatib tidak lupa untuk selalu mengajak saya pribadi secara khusus dan secara umum untuk jamaah sekalian, untuk bertaqwa kepada Allah. Menjauhi larangan dan menjalankan perintah Allah. Semoga Allah berikan kekuatan kepada kita untuk mentaati segala syariat yang dianugrahkan kepada kita.

 

Jamaah shlolat jumat tamu undangan Allah subhanahu wa ta’ala...

Al-Imam Hasan al-Bashri pernah mengatakan:

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء ما اختلف الليل والنهار

“Kematian seorang ulama adalah kebocoran dalam Islam, yang itu tidak bisa ditambal meskipun dengan berlalu siang dan malam”

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, beberapa tahun ini banyak sekali kejadian pilu yang datang beruntun. Secara cepat seakan langit-langit mencabut bintang-bintangnya. Bumi mengambil barakahnya. Ulama meninggalkan kita karena ajal yang memang sudah tiba. Diantaranya adalah meninggalnya Muhammad Adnan Al-Afyouni dari Damaskus, Kyai Maimun Zubair Rembang, kemudian Syeikh Ali Jaber, Habib Ja'far Al-Kaff, K.H. Najib Abdul Qadir dan masih banyak lagi ulama-ulama ummat meniggalkan dunia ini.

Semoga Allah merahmati mereka semua dan memasukkannya ke dalam Surga bersama baginda Rasulullah tercinta.

Meninggalnya ulama berarti hilanglah sebuah ilmu. Ilmu yang kita jadikan pedoman dalam hidup. Ilmu yang menjadi cerminan perilaku ulama menjadi hilang. Hal ini karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, sebagaiman yang telah diriwayatkan dalam kitab shahihain.

إن الله لا يقبض العلم انتزاعًا ينتزعه من صدور العباد، ولكن يقبض العلم بقبض العلماء

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut sebuah ilmu secara langsung dengan menghilangkannya dari dada hamba-hambanya, akan tetapi mencabutnya dengan mewafatkan para ulama”

 

Jamaah jum’at yang dirahmati Allah....

Meninggalnya ulama adalah salah satu tanda-tanda dekatnya hari kiyamat. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabada, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari.

لا تقوم الساعة حتى يقبض العلم وتظهر الفتن

“Kiyamat tidak akan pernah terjadi sebelum tercabutnya ilmu dan merajalelanya fitnah-fitnah”

Padahal tidak lah ilmu tercabut kecuali dengan meninggalnya para Ulama.

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh al-Imam al-Hasan al-Bashri,

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء ما اختلف الليل والنهار

“Kematian ulama adalah kebocoran Islam, yang itu tidak bisa ditambal dengan berlalunya siang dan malam”

Seorang Umar bin Khattab radhiyallahu anhu sahabat yang faqih, sahabat yang sangat mendalam pemahaman agamanya mengatakan,

موت ألف عابد أهون من موت عالم بصير بحلال الله وحرامه

“Kematian seribu ahli ibadah itu lebih ringan dari pada kematian seorang ulama yang mengerti tentang halal dan haram”

 

Tahukah kenapa begitu jama’ah yang dirahmati Allah?

Karena seorang ahli ibadah mengabdi hanya untuk dirinya sendiri, sedangkan seorang ulama mengabdi untu umat dan masyarakat luas dengan ilmu yang dimiliki. Maka dari itu sudah seharusnya masyarakat kita bersedih dengan kematian ulama. Kita harus berduka dengan wafatnya ulama. Bahkan termasuk penduduk bumi seharusnya bersedih. Karena Allah berfirman,

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا نَأْتِي الأَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا

“Dan apakah mereka tidak melihat bahwa kami mendatangi daerah-daerah (orang yang ingkar kepada Allah), lalu kami kurangi (daerah-daerah) itu (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya?”

Abdullah Ibnu Abbas radhiyallahu anhu menjelaskan tafsirnya,

“Ayat ini berkaitan dengan  hancurnya dunia itu dengan menginggalnya orang-orang alim dan pelaku-pelaku kebaikan di antara mereka”

Hadirin yang dirahmati Allah, Sungguh benar..

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء

“Kematian ulama adalah kebocoran dalam islam yang tidak bisa ditambal dengan apapun”

Dan kematian ulama tidak bisa disamakan dengan kematian siapapun, kenapa? Karena jarak antara mereka dengan Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam memiliki nasab yang sangat baik. Tidak ada nasab yang lebih baik dari pada nasab ulama. Dalam shahih bukhari diriwayatkan. Rasulullah bersabda,

العلماء هم ورثة الأنبياء

“Para ulama adalah ahli warisnya para nabi”

Ya para ulama adalah ahli waris Nabi. Hal ini dipersaksikan langsung oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri. Sehingga kalau di antara mereka ada yang meninggal, maka sebenarnya ada yang meninggal dari salah satu ahli waris Rasulullah. Makanya, hidupnya ulama tidak ada apa-apanya dibanding dengan harta benda dunia seluruhnya. Dan kematian ulama tidak bisa dibayar dengan apa yang ada dibumi seluruhnya. Makanya dalam sebuah kisah, ketika Umar bin Khattab meninggal. Seorang Sa’id bin Zaid menangisinya sambil mengatakan,

على الإسلام أبكي

“aku menangisi Islam”

Artinya meniggalnya Umar adalah kebocoran Islam yang tidak akan pernah bisa ditambal sampai hari kiyamat kelak.

 

Jamaah yang dirahmati Allah.. sekali lagi..

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء

“Kematian ulama adalah bocornya Islam, yang itu tidak bisa ditambal dengan apapun”

Kenapa kematian ulama begitu mulia? Karena Allah sendiri yang telah memuji mereka dalam al-Qur’an. Ulama menjadi saksi ke-esaan Allah. Dan disandingkan dengan para malaikat yang mulia

شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ وَالْمَلائِكَةُ وَأُوْلُوا الْعِلْمِ قَائِماً بِالْقِسْطِ لا إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ

“Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia; (demikian pula) para malaikat dan orang-orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali-Imran: 18)

Imam al-Qurthubi rahimahullah mengatakan,

لو كان أحد أشرف من العلماء لقرنهم الله باسمه واسم ملائكته

“Kalaulah ada yang lebih mulia dari ulama tentu Allah akan sandingkan dengan nama-Nya dan nama Malaikat”

Allah telah memuliakan kedudukan para ulama di dunia dan Akhirat. Allah berfirman,

يرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang berilmu di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. al-Mujadalah: 11)

Para pakar tafsir menjelaskan tentang (درجات) adalah semua derajat kedudukan di dunia maupun di akhirat.

 

Jama’ah sholat jum’at rahimakumullah.

موت العالم ثلمة في الإسلام لا يسدها شيء

“Kematian ulama adalah kebocoran dalam islam yang tidak bisa ditambal dengan apapun”

Kenapa harus kematian ulama? Karena Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam memuliakan keberadaan mereka. Hadits Abu Umamah radhiyallahu anhu mengatakan, “Pernah suatu ketika Rasulullah menceritakan tentang dua orang laki-laki. Satunya adalah ahli ibadah sedang yang satu lagi ahli ilmu atau Ulama. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أدْنَاكُمْ

“Keutamaan seorang ulama di atas ahli ibadah itu seperti keutamaanku (rasulullah) dengan orang yang paling rendahan di mata kalian”

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan sebuah kalimat yang sangat jujur. Tidak ada kebohongan sedikitpun di dalam nya. Ini tidak diberikan kepada orang yang punya banyak harta. Juga tidak untuk orang yang terhormat di kalangan masyarakat. Tetapi hanya diberikan kepada ulama. Tidak untuk yang lain. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأهْلَ السَّماوَاتِ وَالأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ في جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِي النَّاسِ الخَيْرَ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, bahkan sampai semut-semut yang ada di dalam lubang-lubang mereka, dan bahkan ikan-ikan paus yang ada di dasar lautan, mereka selalu mendoakan kebaikan untuk orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.”

Suatu hari seorang Amirul Mukminin Harun ar-Rasyid rahimahullah pernah bertanya kepada Yahya bin Aktsam. “Siapakah orang yang paling memiliki kedudukan paling mulia”?

Yahya bin Aktsam menjawab, “Tidak ada selain engkau wahai amirul mukminin yang lebih tinggi kedudukannya.”

Kemudian Harun ar-Rasyid Amirul Mukminin rahimahullah yang setiap tahun selalu haji dan berangkat ke medan perang secara bergiliran menjawab.

“Tapi, ada orang yang kedudukannya lebih tinggi dari saya yaitu seorang yang mengajar di sebuah halaqah dan mengatakan, ‘qalallah wa qala rasulullah’ (al-Qur’an dan Sunnah) karena namanya selalu berdekatan dengan Rasulullah”

Inilah yang dikatakan oleh Harun al- Rasyid rahimahullah tentang kemuliaan ulama dan kedudukannya yang tinggi. Beliau mengingnkan agar supa orang-orang tahu, sadar dan faham; tentang kematian ulama hakikatnya adalah kebocoran Islam yang tidak bisa ditambal dengan apapun.

Dan betapa seharusnya semua orang bersedih. Segala penduduk langit dan bumi berduka dengan meninggalnya ulama. Karena ulama adalah pengembang risalah dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Pembawa amanah Rasulullah.  Bukankah Rasulullah bersabda,

العلماء هم ورثة الأنبياء، إنّ الأنبياء لم يورثوا دينارًا ولا درهمًا، وإنما ورثوا العلم

“Ulama ada pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, akan tetapi mereka mewarisi ilmu”

Para ulama menghabiskan umur mereka untuk ilmu. Mereka wakafkan dirinya untuk Allah dan rasul-Nya. Mewakafkan diri mereka untuk keberlangsungan tegaknya dakwah Allah ta’ala tetap tegak. Sehingga pantas untuk diberikan oleh Allah kemuliaan. Mereka meninggal dalam keadaan menegakkan syariat Allah. Maka pantas untuk mereka mendapat surga-Nya.

Seorang Yahya bin Ja’far ketika Imam Bukhari meninggal dunia mengatakan, “Kalau seandainya aku bisa menambah umur Muhammad bin Ismail (imam Bukhori) dengan mengurangi umurku, tentu aku lakukan. Karena kalau aku mati, itu hanya kematian seorang biasa. Tapi kalau meniggalnya beliau itu berarti hilanglah sebuah ilmu”

 

Hamba-hamba Allah yang mulia...

Allah berfirman, dengan redaksi ayatnya seolah ingin bertanya.

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ

“Apakah sama orang yang mengetahui dan tidak mengetahui?” (QS. az-Zumar: 9)

Tidak, tidak sama. Baik kehidupan mereka atau meninggalnya mereka. Tidak juga tempat kebangkitannya kelak dan pahala mereka. Di sisi Allah mereka jauh lebih mulia.

 

Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

Menjadi kewajiban kita untuk menghormati ulama yang diberikan petunjuk. Ulama-ulama yang lurus dan ikhlas. Karena menghormati ulama adalah bagian dari Aqidah seorang muslim. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

ليس من أمتي من لم يجل كبيرنا، ويرحم صغيرنا، ويعرف لعالمنا حقه

“Tidak termasuk golongan ummatku, orang yang tidak menghormati orang yang lebih besar atau tidak menyayangi orang yang lebih kecil. Atau tidak memberikan hak kepada ulama kami.”

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu mengendarai keledai. Kemudian tiba-tiba Abdullah bin Abbas datang dan menggandeng talinya. Tentu Zaid bin Tsabit merasa sungkan dan mengatakan mengatakan, “Tidak perlu begitu wahai paman Rasulullah”

Ibnu Abbas menjawab, “Beginilah kami diperintahkan untuk menghormati ulama kami”

 

 Maka Jama’ah yang dirahmati Allah...

Termasuk dari bagian sunnah rasulullah adalah memuliakan ulama. Jangan seperti orang-orang munafik yang mereka tidak menghormati ulama. Ibnu Abbas radhiyallahu anhu mengatakan, “Barang siapa yang menyakiti Ulama maka sebenarnya dia telah menyakiti Rasulullah. Dan barang siapa yang menyakiti Rasulullah, berarti dia telah menyakiti Allah.”

Maka cintai dan cintai ulama yang telah menolong, meperjuangkan dan membela apa yang pernah diperjuangkan oleh Rasulullah. Diantara cara mencintainya adalah menyebarkan ilmu yang telah mereka tulis. Mengkaji karya-karya mereka. Dan bersungguh-sungguh untuk menyempurnakan jasa yang telah mereka perbuat. Menghadiri majlis-majlis ilmu yang mereka buka. Dan bersungguh-sungguh menjadi penerus mereka.

 

Ibnu Abbas ketika ditunjukkan kuburan Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu bertutur, “Siapa yang ingin melihat bagaiaman ilmu itu hilang, maka seperti inilah ilmu itu hilang”

اللهم اجعل أعمالنا صالحة، واجعلها لوجهك خالصة، ولا تجعل لأحد فيها شيئًا، يا رب العالمين

“Ya Allah jadikan amalan-malan kami layak untuk diterima. Dan jadikanlah hanya untuk mengharap ridho-Mu. Dan jangan jadikan amalan itu untuk selain-Mu. Ya rabbal alamiin.

 

KHUTBAH KEDUA:

الحمد لله وحده والصلاة والسلام على من لا نيي بعده، أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن سيدنا محمد رسول الله،

اللهم صل علي سيدنا محمد وعلى أله وصحبه أجمعين.

أما بعد

قَالَ تَعَالَى: (يَا أَيّهَا الّذِينَ آمَنُوا اتّقُوا الله حَقّ تُقَاتِهِ وَ لَا تَمُوتُنّ إِلاّ وَ أَنْتُمْ مُسْلِمُون(

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اتق الله حيث ما كنت وأتبع السيئة الحسنة تمحوها وخالق النسا بخلق حسن

 

Jamaah jumat yang dirahmati Allah...

Pada khutbah kedua ini mari kita berdoa kepada Allah..

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنك سميع قريب مجيب الدعوات...

اللهم لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك سميع الدعاء....

ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفرلنا وترحمنا لنكوننا من الخاسرين...

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار...

سبحان ربك رب العزة عنما يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين...

عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفخشاء والمنكر والبغي يعضكم لعلكم تذكرون، فاذكر الله يذكركم واشكرواه على نعمكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون...

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته...

Ponorogo, 15 Agustus 2019



Comments

Popular posts from this blog

5 Rekomendasi Buku Belajar Bahasa Inggris Untuk Pemula

 Kenapa bahasa inggris itu penting? kalau menurut saya ya karena bahasa inggris hari ini sudah second language di berbagai negara. Jadi bahasa inggris akan banyak membantu komunikasi di berbagai tempat. Nah, bagi para pemula yang ingin belajar bahasa inggris, beberapa buku belajar bahasa inggris berikut ini semoga bisa menjadi pertimbangan tambahan.

Dowload Buku Iqro’ 1-6 pdf

Siapa yang tidak kenal dengan buku iqro’? hampir tidak ada di Indonesia ini yang tidak mengenal buku iqro’. Buku ini sangat populer diseluruh anak Indonesia yang ingin belajar membaca al-Qur’an.

Haqiqah dan Majaz Dalam Ilmu Ushul Fiqih

Dalam ilmu tata bahasa Arab, kalam terbagi menjadi banyak bagian dari berbagai macam tinjauan. Hal ini bisa dipelajari dengan mengkaji ilmu-ilmu yang berhubungan tata bahasa Arab. Di antara yang paling penting yaitu yang berkaitan dengan Haqiqah dan Majaz .

Kapan Ibadah Kurban Disyariatkan?

Ibadah kurban telah disyariatkan bagi kaum muslimin pada tahun ke 2 hijriah di Madinah al-Munawwarah. Pada tahun ini juga disyariatkan kewajiban zakat atas kekayaan harta benda dan kesunnahan shalat ied bagi umat Islam. [1] Namun jika dilihat lebih jauh lagi syariat kurban telah ada di zaman nabi Adam as. seperti yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): ‘Aku pasti membunuhmu!” berkata Habil: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. al-Ma’idah [5]: 27) Kemudian ibadah kurban j...

Do’a Memakai Pakaian Baru Lengkap Teks Arab, Cara Baca dan Artinya

Do’a ini bisa dibaca saat akan menggunakan pakaian atau setelahnya. Bisa juga saat menggunakan pakaian. Bebas. Teks Do’a Memakai Pakaian الْحَمْدُ للَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا (الثَّوْبَ) وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَ قُوَّة Cara Membaca: Arti Do’a Alhamdu lillahilladzi kasani hadza tsawba wa razaqanihi min ghairi haulin minni wala quwwah. “Segala puji bagi Allah yang telah memakaikan pakaian ini serta merezekikannya kepadaku tanpa kesulitan dan kepayahan” (Hr. Abu Daud 4023, Al-Tirmidzi 3457, Ibnu Majah 3285) Jika anda ingin lebih mudah membacanya silahkan simak video berikut: Disunnahkan memca do’a ini saat memakaipakaian . Cara membacanya bisa dengan lirih, keras atau di dalam hati.  Semoga kita semua dapat mengamalkan do'a ini   mensyukuri segala nikmat yang diberikan oleh Allah kepada kita. Wallahu a’lam. Sumber: Hisnul Muslim , Karya: Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahtani.

AL-ULUW WAL FAUQIYYYAH (Bukti bahwa Allah berada di atas arsy)

Allah berada di atas makhluq-makhluqnya, sebagai mana Allah berfirman: u q è d u r 㠍 Ï d $ s ) ø 9 $ # s - ö q s ù ¾ Í n Ï Š $ t 6 Ï ã 4 u q è d u r ã L ì Å 3 p t ø : $ # ç Ž  Î 7 s ƒ ø : $ # Ç Ê Ñ È    “Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.”   (QS. Al- An’am : 18) u q è d u r 㠍 Ï d $ s ) ø 9 $ # s - ö q s ù ¾ Í n Ï Š $ t 6 Ï ã ( ã @ Å ™ ö  ã ƒ u r ö N ä 3 ø ‹ n = t æ º p s à x ÿ y m # Ó ¨ L y m # s Œ Î ) u ä ! % y ` ã N ä . y ‰ t n r & Ý V ö q y J ø 9 $ # ç m ÷ F © ù u q s ? $ u Z è = ß ™ â ‘ ö N è d u r Ÿ w t b q è Û Ì h  x ÿ ã ƒ Ç Ï Ê È    “ Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya” (QS. Al...

ACUAN TARGET HAFALAN AL-QUR’AN PER BARIS, PER BULAN SAMPAI HAFIZH 30 JUZ

Apakah anda ingin menghafal al-Qu’an? Jika memang iya, ini adalah target waktu hafalan al-Qur’an yang bisa anda pilih dengan kondisi dan kemampuan anda masing-masing. Anda bisa menimbang antara target dan kemampuan. Dengan memiliki target ini anda bisa mengukur kapan anda bisa selesai menghafal al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an adalah program seumur hidup. Jika anda tidak memiliki target, sebaik apapun kemampuan, anda tidak akan tercapai. Namun jika anda menghitungnya dengan tepat anda akan mendapatkannya. Meskipun dengan relatif waktu yang tidak cepat. Asalkan memiliki komitmen yang kuat. Berikut adalah acuan hafalan yang anda dapatkan jika anda menghafal al-Qur’an perbaris. Acuan al-Qur’an yang digunakan dalam tulisan ini adalah mushaf utsmani yang 1 halamannya berjumlah 15 baris. 1 juz berjumlah 20 halaman. Ø   Jika anda menghafal 1 baris sehari, maka anda akan hafal 1 juz dalam 10 bulan, dan hafal al-Qur’an dalam 24 tahun 4 bulan. Ø   Jika anda menghafal 2 baris se...

Apa Itu Ilmu Ushul Fiqh?

Sebelum kita mempelajari Ushul Fiqh semakin jauh, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang hakikat Ilmu Ushul F i qh. Karena dengan kita mengetahui hakikat Ushul Fiqh yang benar, berarti akan mengantarkan kepada pemahaman yang benar tentang ilmu ini.   ARTI USHUL FIQH SECARA BAHASA Untuk mengartikan kalimat Ushul Fiqh maka perlu ditelaah dari arti kedua kata tersebut. Kata Ushul Fiqh berasal dari bahasa Arab terdiri dari 2 kata. Kata pertama Ushul secara bahasa artinya segala hal yang menjadi terbangunnya sesuatu darinya. Sedangkan kalimat fiqh secara bahasa artinya pemahaman. Adapun secara istilah arti ushul bisa bermacam-macam. Pertama, ia bisa berarti dalil. Hal ini sebagaimana dalam kalimat: ‘ الأصل في هذه المسألة كذا ’ arti dari kata الاصل di sini adalah dalil. Kedua, berarti: kaidah yang berlaku. Hal ini sebagaimana dalam sebuah kalimat: ألأصل في الميتة التحريم . Sehingga arti الأصل dari kalimat tersebut adalah ‘kaidah yang berlaku’. Pada contoh lain misa...

Beberapa Contoh Amalan Hati

Ada banyak hal yang harus kita lakukan setelah beriman kepada Allah. Sebagaimana yang telah kita ketahui, iman itu bukan sekedar ikrar sebatas lisan saja. Iman harus juga dibuktikan dengan perbuatan. Termasuk di sini adalah perbutan-perbuatan yang kaitannya dengan hati. Hal inilah yang kita sebut dengan amalan sebagai bentuk pembuktian keimanan. Nah, di sini yang akan kami sebutkan beberapa amalan hati yang terbesar:

Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqih

Ushul fiqh yang kita pelajari hari ini tidak pernah dikenal pada awal agama Islam ini muncul. Hal ini dikarenakan para Salaf yaitu dari kalangan Sahabat, Tabi’in dan orang-orang selain mereka yang mana hidup di zaman awal-awal Islam, tidak membutuhkan kaidah-kaidah Ushul Fiqh . Alasannya karena mereka telah memiliki keahlian bahasa yang mumpuni dalam memahami setiap teks dari Nash al-Qur’an maupun al-Sunnah. Para salaf ini adalah orang-orang yang memahami bahwa Ism Fa’il itu kedudukannya marfu’. Begitu juga mereka adalah orang yang memahami bahwa huruf ما dalam bahasa arab berarti menjukkan makna ‘umum’. Mereka juga tahu bahwa huruf ما memiliki dua makna, pertama , memiliki arti ‘hakikat’ jika hal itu diletakkan pada sesuatu yang tidak berakal dan yang kedua, menjadi bermakna ‘majaz’ jika diletakkan pada sesuatu yang berakal. Sehingga dari pondasi pemahaman bahasa seperti inilah kemudian kaidah-kaidah ushul fiqih sudah terbentuk di kepala mereka. Dengan adanya pemahaman kaid...