Skip to main content

Khutbah Jum’at: Ketika Bala’ Menjadi Nikmat

Pembahasan Khutbah ini adalah khutbah tentang bala bencana. Tujuannya adalah agar para pendengar menjadi sabar dengan bencana yang ada. Sehingga menjalani bencana dengan sabar dan berbuah manis sebagai kenikmatan di akhirat kelak.

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، والصلاة و السلام على رسوله الكريم وعلى آله وصحبه أجمعين، و بعد:

قال الله تعالى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

و قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: اتق الله حيثما كنت وأتبع الحسنة تمحوها وخالق الناس بخلق حسن

أما بعد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

Marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita sehingga kita masih bisa menjalankan kewajiban kita sebagai hamba-Nya dalam beribadah secara baik.

Selanjutnya shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada baginda Rasulullah saw. nabi kita, para keluarganya dan para sahabat serta siapapun yang mengikuti ajaran Rasulullah saw. hingga hari akhir kelak.

Tak lupa khatib mewasiatkan untuk selalu bertakwa. Yaitu dengan cara mengerjakan seluruh perintah dan meniggalkan semua larangannya.

Kaum muslimin yang semoga selalu mendapat rahmat Allah...

Bagi seorang muslim, nikmat hakiki hanya ada di akhirat saja.  Maka apa saja yang ada di dunia ini hanya akan dianggap sebagai nikmat jika dapat mengantarkan pada kenikmatan akhirat. Artinya jika kenikmatan hanya sebatas duniawi saja dan tidak menyebabkan kita semakin dekat kepada Allah maka itu adalah bala bencana dan bukan nikmat. Sehingga terkadang bala bencana di dunia bisa menjadi sebuah nikmat yang agung jika seseorang tahu hakikat kenikmatan sebenarnya. Begitu juga sebaliknya, kenikmatan di dunia terkadang juga bisa berubah bala bencana yang besar jika seorang muslim tidak paham dengan hakikat nikmat sebenarnya.

Seorang mukmin ketika melihat sebuah bala bencana dengan pandangan melihat sebuah kenikmatan. Kenikmatan yang hanya diberikan khusus bagi orang mukmin. Karena bala bencana bagi seorang mukmin bisa berarti jalan pintas mendekatkan diri di sisi Allah. Karena setiap bala bencana bisa menghapus dosa. Karena bala bencana akan menaikkan derajat di sisi Allah ta’ala.

Hamba-hamba Allah rahimakumullah...

Sesungguhnya bala bencana akan berubah menjadi kenikmatan bagi seorang mukmin jika dihadapi dengan sabar dan mengharap pahala dari sisi Allah swt. dan memandang bala bencana adalah bentuk cinta Allah swt. kepada hamba-Nya. Sehingga ketika Allah mencintai hambanya, maka Allah akan turunkan bala bencana untuk hamba.

Bala bencana memilik manfaat yang banyak bagi seorang hamba. Di antara manfaat bala’ yaitu akan meingkatkan keimanannya. Keimanan hamba akan menigkat dengan adanya bala’ ketika dia menghadapinya dengan sabar. Semakin kuat sabarnya maka semakin kuat imannya. Semakin kuat imannya, maka semakin kuat cinta Allah kepada dia.

Ridha dengan ketetapan Allah atas bala’ bisa menguatkan hubungan hamba dengan Allah. Sehingga kedidupannya hanya berisi dengan kebahagiaan. Semua bala bencana baginya adalah wasilah meningkatkan iman. Hal ini sebagaimana Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Kehidupan seorang mukmin sangat menakjubkan!! Semua yang dia hadapi adalah kebaikan. Ketika dia mendapat kesenangan dia bersyukur dan itu baik baginya. Ketika dia mendapat sial dia bersabar dan itu baik baginya.” (Hr. Muslim 2999)

Hari ini banyak orang yang takut dengan sebuah penyakit. Padahal penyakit adalah ujian dari Allah swt.. Sehingga jika kita bersabar dan berharap pahala kepada Allah swt. maka akan berubah menjadi kenikmatan yang besar. Karena penyakit akan menghapuskan dosa-dosa dia. Rasulullah saw. bersabda:

مَا يَزَال الْبَلاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمؤمِنَةِ في نَفْسِهِ وَولَدِهِ ومَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّه تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Akan selalu ada bala bencana yang menimpa orang mukmin laki-laki dan perempuan pada dirinya, hartanya dan anaknya sampai ia bertemu menghadap Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa” (Hr. Tirmidzi 2399)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:

ما يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِن نَصَبٍ ولَا وصَبٍ، ولَا هَمٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أذًى ولَا غَمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا مِن خَطَايَاهُ.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, penyakit, kesedihan, kegundahan atau gangguan bahkan meski hanya berupa duri kecil yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni dosanya” (Hr. Bukhari 5641)

Kaum muslimin yang semoga Allah sayangi....

Hari ini banyak manusia yang ketakutan dengan ekonomi sulit. Ketakutan kehilangan mata pencaharian. Ketakutan kalau tidak memiliki banyak harta atau miskin. Padahal tidak diragukan, kalau semua peristiwa itu adalah bala ujian dari Allah. Orang yang miskin, ketika dia bisa bersabar dan mengharap pahala dari sisi Allah, maka sebenarnya dia sedang berada pada kondisi kenikmatan yang besar.

Sebenarnya miskin itu bukan aib, bahkan miskin memiliki keutamaan. Di antara keutamaan orang  miskin yang tidak dimiliki orang kaya adalah bahwa orang miskin pada hari kiamat kelak akan lebih cepat hisabnya dibanding dengan orang kaya. Dengan begitu orang miskin akan masuk surga lebih awal dari orang kaya. Nabi saw. bersabda:

يدخُلُ الفقراءُ الجنَّةَ قبلَ الأغنياءِ بخمسِمائةِ سنةٍ

“Orang miskin akan masuk ke dalam surga lebih dahulu 500 tahun sebelum orang kaya” (Hr. Tirmidzi 2353)

Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda

اطَّلَعْتُ في الجنَّةِ فرأَيْتُ أكثَرَ أهلِها الفُقراءَ

“Aku diperlihatkan surga, maka yang aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin” (Hr. Ibnu Hibban 7455)

Sehingga khatib mengulangi sekali lagi, bahwa musibah dan bala bencana akan bernilai sebagai nikmat ketika kita menghadapi dengan sabar dan mengharap pahala dari Allah. Maka selama musibah ini tidak menimpa agama kita, kita patut bersyukur dan memuji Allah.

Ada sebuah kisah, seseorang mengeluh kepada sahabat Sahl ra. dengan mengatakan, “Ada pencuri masuk rumahku dan mengambil barang-barangku yang berharga.” Maka Sahl ra. berkata, “Bersyukurlah kepada Allah, kalau seandainya setan yang masuk ke dalam hatimu, kemudian dia merusak keyakinan tauhidmu, bisa apa kamu?”

Selain itu seorang mukmin juga harus memuji Allah karena tidaklah bala dan bencana yang menimpa kita lebih berat dan lebih besar. Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab ra. ia mengatakan:

ما ابتليت ببلاء إلا كان الله تعالى علي فيه أربع نعم: إذ لم يكن في ديني، وإذ لم يكن أعظم منه، و إذ لم أحرم الرضا به و إذ أرجوا الثواب عليه

“Tidaklah akau mendapat sebuah bala kecuali Allah di balik bala memberi 4 kenikmatan. Kenikmatan bala yang tidak meimpa agamaku, kenikmatan bala yang tidak menimpa lebih besa dari itu, kenikmatan bala yang tidak menharamkan ridha Allah untukku dan kenikmatan pengharapan pahala kepada-Nya.” [Imam Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, 4/129]

Kaum muslimin rahimakumullah...

Bukan berarti bala bencana lebih baik daripada keselamatan. Bahkan ketenangan dan keselamatan lebih utama dari bala bencana. Bahkan Nabi saw. sendiri selalu meminta ketenangan dan keselamatan hidup dalam do’anya. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudhri berkata:

لم يَكن رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يدعُ هؤلاءِ الكلماتِ حينَ يمسي وحينَ يصبحُ اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ العافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ العفوَ والعافيةَ في ديني ودنيايَ وأَهلي ومالي

“Rasulullah tidak pernah meninggalkan do’a-do’a ini setiap pagi dan petang. Beliau selalu berdo’a,  ‘Ya Allah Aku meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah aku meminta kepadamu keselamatan pada agamaku, duniaku, keluarga dan hartaku” (Hr. Abu Dawud 5074)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah saw. berkata kepada pamannya Abbas, “Wahai pamanku, perbanyaklah berdo’a dengan  do’a keselamatan.”

Bala bencana itu pahalanya besar. Akan tetapi keselamatan lebih dicintai oleh orang mukmin dikarenakan mereka takut tidak bisa sabar dalam menghadapi bala bencana.

Demikian lah khutbah pada siang hari ini.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا طيبًا كثيرًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، أحمده حمدًا يليق بجلاله وعظمته، وأشكره شكرًا يوازي فضله ونعمته، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداهم إلى يوم الدين.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Sebagai seorang hamba yang beriman, sepantasnya kita selalu bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Selain itu mari kita jalankan ketaatan dengan menjauhi larangan dan menjalankan semua perintahnya. Sebagai bentuk kerelaan kita menjadikan Allah sebagai tuhan, Muhammad sebagai Rasul dan Syariat Islam sebagai Agama.

Semoga kita semua selalu menjadi hamba-hamba Allah yang sabar dalam ketaatan dan meninggal dalam keadaan dicatat di sisi Allah sebagai pelaku kebaikan.

Mari kita tutup khutbah kita pada siang hari ini dengan berdo’a.

اللهم إنا نشهدك ونشهد ملائكتك وجميع خلقك بأننا قد رضينا بك ربًّا، وبالإسلام دينًا، وبمحمد -صلى الله عليه وسلم- رسولاً،

اللهم فثبتنا على ذلك إلى أن نلقاك، اللهم إنا نعوذ بك أن نضل أو نُضل، أو نفتن أو نُفتن،

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب،

فاتقوا الله عباد الله، وصلوا وسلموا على من أمركم الله بالصلاة عليه فقال: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾ ]الأحزاب: 56[

اللهم صلي وسلم على عبدك ورسولك محمد، وعلى آله وصحبه، وارض اللهم عن البررت الأتقياء، أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن جميع الصحابة والتابعين لهم بإحسان.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، واحم حوزة الدين، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين يا رب العالمين.

اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين

اللهم وفق ولي أمرنا وأَعِنه على البِّر والتقوى، وسدِّده في أقواله وأعماله، وارزقه البطانة الصالحة الناصحة،

اللهم وفق جميع ولاة أُمور المسلمين للعمل بكتابك، واِتباع سنة نبيك -صلى الله عليه وسلم-. اللهم إنا نسألك ألسنة ذاكرة صادقة، وقلوباً سليمة، وأخلاقاً مستقيمة برحمتك يا أرحم الراحمين.

اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك والنار.

اللهم اختم لنا بخاتمة السعادة، واجعلنا ممن كتبت لهم الحسنى وزيادة، يا كريم يا رحيم.

﴿ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾ ]البقرة: 201[

عباد الله: إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينها عن الفحشاء والمنكر والبغي يعضكم لعلكم تذكرون، فذكروا الله الجليل يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.


Comments

Popular posts from this blog

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

Kapan Ibadah Kurban Disyariatkan?

Ibadah kurban telah disyariatkan bagi kaum muslimin pada tahun ke 2 hijriah di Madinah al-Munawwarah. Pada tahun ini juga disyariatkan kewajiban zakat atas kekayaan harta benda dan kesunnahan shalat ied bagi umat Islam. [1] Namun jika dilihat lebih jauh lagi syariat kurban telah ada di zaman nabi Adam as. seperti yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِن أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لَأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): ‘Aku pasti membunuhmu!” berkata Habil: ‘Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang yang bertaqwa”. (Qs. al-Ma’idah [5]: 27) Kemudian ibadah kurban j...

Jual Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Penerbit Aqwam

Open Order Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad   – Saatnya anda memecahkan belenggu mata rantai kisah heroik fiktif Hollywood dan sejenisnya. Inilah idola nyata bagimu, WAHAI PEMUDA . Inilah buku pertama di Indonesia yang khusus membahas kisah para pemuda yang dikader langsung oleh Rasulullah Muhammad sebagai agen perubahan dunia. Dari kesekian pemuda itu ada yang menjadi Ulama, Komandan Militer, Diplomat, Ahli Beladiri, Ahli Ibadah, Ahli Tafsir, Penuntut ilmu, Intelektual, Saudagar muda yang dermawan, dan lain sebagainnya. Buku Barisan Pemuda Zaman Nabi Muhammad  ini dapat menjadi referensi unik dan inspiratif bagi para pemuda di zaman ini. Dalam buku ini dikisahkan karakter dan kelebihan di bidang masing-masing para pemuda zaman Nabi. Di antara mereka ada Mushab bin Umair. Hartawan bertabur kilau dunia dan semerbak wangi. Di antara mereka ada Ali bin Abi Thalib. Si perkasa yang kerahkan segenap tenaga untuk memb...

RUKUN ISLAM BUKAN KESELURUHAN ISLAM

Banyak orang yang salah kaprah menganggap rukun Islam adalah keseluruhan Islam. Padahal sebenarnya rukun Islam itu bukan keseluruhan Islam. Lima perkara yang ada dalam rukun Islam (syahadat, sholat, puasa, zakat, haji) itu baru sebagiannya. Memang Rasulullah SAW menyatakan bahwa Islam dibangun di atas 5 perkara. Tapi bukan berarti Islam itu adalah 5 perkara tersebut. Islam itu artinya seluruh aturan yang termuat dalam al-Quran dan as-Sunnah. dan 5 perkara itu adalah pondasinya. Keliru jika kita merasa punya bangunan atau rumah, padahal yang kita miliki baru pondasinya. Lima rukun Islam adalah produk kesimpulan para ulama. Produk rukun islam yang lima ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim dari sahabat Umar bin Khathab   ra. dimana Rasulullah saw. bersabda, بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْم...

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

Hukum Syar'i Dalam Pembahasan Ilmu Ushul Fiqh

  Menurut Ibnu Hajib, pengertian hukum syar’i adalah titah ( khithab ) Allah yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf yang berupa tuntutan, pilihan atau ketentuan.

Apa Itu Ilmu Ushul Fiqh?

Sebelum kita mempelajari Ushul Fiqh semakin jauh, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang hakikat Ilmu Ushul F i qh. Karena dengan kita mengetahui hakikat Ushul Fiqh yang benar, berarti akan mengantarkan kepada pemahaman yang benar tentang ilmu ini.   ARTI USHUL FIQH SECARA BAHASA Untuk mengartikan kalimat Ushul Fiqh maka perlu ditelaah dari arti kedua kata tersebut. Kata Ushul Fiqh berasal dari bahasa Arab terdiri dari 2 kata. Kata pertama Ushul secara bahasa artinya segala hal yang menjadi terbangunnya sesuatu darinya. Sedangkan kalimat fiqh secara bahasa artinya pemahaman. Adapun secara istilah arti ushul bisa bermacam-macam. Pertama, ia bisa berarti dalil. Hal ini sebagaimana dalam kalimat: ‘ الأصل في هذه المسألة كذا ’ arti dari kata الاصل di sini adalah dalil. Kedua, berarti: kaidah yang berlaku. Hal ini sebagaimana dalam sebuah kalimat: ألأصل في الميتة التحريم . Sehingga arti الأصل dari kalimat tersebut adalah ‘kaidah yang berlaku’. Pada contoh lain misa...

Apakah Kekafiran Merupakan Takdir Yang Ditetapkan Allah?

  Kekafiran yang dilakukan oleh orang kafir adalah pilihan orang tersebut dan ketetapan Allah dalam waktu bersamaan. Hal ini bisa dijelaskan bahwa kufur dan iman itu perbuatan yang sifatnya pilihan bagi semua manusia. Selain itu juga kehendak yang telah ditetapkan oleh Allah bahwa pilihan-pilihan tersebut akan berkonsekuensi hukuman dan pahala. Tidak ada manusia yang merasa ditekan atau dipaksa untuk memilih hal tersebut.

Sejarah Singkat Ilmu Ushul Fiqih

Ushul fiqh yang kita pelajari hari ini tidak pernah dikenal pada awal agama Islam ini muncul. Hal ini dikarenakan para Salaf yaitu dari kalangan Sahabat, Tabi’in dan orang-orang selain mereka yang mana hidup di zaman awal-awal Islam, tidak membutuhkan kaidah-kaidah Ushul Fiqh . Alasannya karena mereka telah memiliki keahlian bahasa yang mumpuni dalam memahami setiap teks dari Nash al-Qur’an maupun al-Sunnah. Para salaf ini adalah orang-orang yang memahami bahwa Ism Fa’il itu kedudukannya marfu’. Begitu juga mereka adalah orang yang memahami bahwa huruf ما dalam bahasa arab berarti menjukkan makna ‘umum’. Mereka juga tahu bahwa huruf ما memiliki dua makna, pertama , memiliki arti ‘hakikat’ jika hal itu diletakkan pada sesuatu yang tidak berakal dan yang kedua, menjadi bermakna ‘majaz’ jika diletakkan pada sesuatu yang berakal. Sehingga dari pondasi pemahaman bahasa seperti inilah kemudian kaidah-kaidah ushul fiqih sudah terbentuk di kepala mereka. Dengan adanya pemahaman kaid...