Skip to main content

Khutbah Jum’at: Ketika Bala’ Menjadi Nikmat

Pembahasan Khutbah ini adalah khutbah tentang bala bencana. Tujuannya adalah agar para pendengar menjadi sabar dengan bencana yang ada. Sehingga menjalani bencana dengan sabar dan berbuah manis sebagai kenikmatan di akhirat kelak.

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، والصلاة و السلام على رسوله الكريم وعلى آله وصحبه أجمعين، و بعد:

قال الله تعالى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

و قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: اتق الله حيثما كنت وأتبع الحسنة تمحوها وخالق الناس بخلق حسن

أما بعد

Kaum muslimin yang dirahmati Allah...

Marilah kita bersyukur kepada Allah yang telah memberikan nikmat kepada kita sehingga kita masih bisa menjalankan kewajiban kita sebagai hamba-Nya dalam beribadah secara baik.

Selanjutnya shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada baginda Rasulullah saw. nabi kita, para keluarganya dan para sahabat serta siapapun yang mengikuti ajaran Rasulullah saw. hingga hari akhir kelak.

Tak lupa khatib mewasiatkan untuk selalu bertakwa. Yaitu dengan cara mengerjakan seluruh perintah dan meniggalkan semua larangannya.

Kaum muslimin yang semoga selalu mendapat rahmat Allah...

Bagi seorang muslim, nikmat hakiki hanya ada di akhirat saja.  Maka apa saja yang ada di dunia ini hanya akan dianggap sebagai nikmat jika dapat mengantarkan pada kenikmatan akhirat. Artinya jika kenikmatan hanya sebatas duniawi saja dan tidak menyebabkan kita semakin dekat kepada Allah maka itu adalah bala bencana dan bukan nikmat. Sehingga terkadang bala bencana di dunia bisa menjadi sebuah nikmat yang agung jika seseorang tahu hakikat kenikmatan sebenarnya. Begitu juga sebaliknya, kenikmatan di dunia terkadang juga bisa berubah bala bencana yang besar jika seorang muslim tidak paham dengan hakikat nikmat sebenarnya.

Seorang mukmin ketika melihat sebuah bala bencana dengan pandangan melihat sebuah kenikmatan. Kenikmatan yang hanya diberikan khusus bagi orang mukmin. Karena bala bencana bagi seorang mukmin bisa berarti jalan pintas mendekatkan diri di sisi Allah. Karena setiap bala bencana bisa menghapus dosa. Karena bala bencana akan menaikkan derajat di sisi Allah ta’ala.

Hamba-hamba Allah rahimakumullah...

Sesungguhnya bala bencana akan berubah menjadi kenikmatan bagi seorang mukmin jika dihadapi dengan sabar dan mengharap pahala dari sisi Allah swt. dan memandang bala bencana adalah bentuk cinta Allah swt. kepada hamba-Nya. Sehingga ketika Allah mencintai hambanya, maka Allah akan turunkan bala bencana untuk hamba.

Bala bencana memilik manfaat yang banyak bagi seorang hamba. Di antara manfaat bala’ yaitu akan meingkatkan keimanannya. Keimanan hamba akan menigkat dengan adanya bala’ ketika dia menghadapinya dengan sabar. Semakin kuat sabarnya maka semakin kuat imannya. Semakin kuat imannya, maka semakin kuat cinta Allah kepada dia.

Ridha dengan ketetapan Allah atas bala’ bisa menguatkan hubungan hamba dengan Allah. Sehingga kedidupannya hanya berisi dengan kebahagiaan. Semua bala bencana baginya adalah wasilah meningkatkan iman. Hal ini sebagaimana Rasulullah bersabda:

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Kehidupan seorang mukmin sangat menakjubkan!! Semua yang dia hadapi adalah kebaikan. Ketika dia mendapat kesenangan dia bersyukur dan itu baik baginya. Ketika dia mendapat sial dia bersabar dan itu baik baginya.” (Hr. Muslim 2999)

Hari ini banyak orang yang takut dengan sebuah penyakit. Padahal penyakit adalah ujian dari Allah swt.. Sehingga jika kita bersabar dan berharap pahala kepada Allah swt. maka akan berubah menjadi kenikmatan yang besar. Karena penyakit akan menghapuskan dosa-dosa dia. Rasulullah saw. bersabda:

مَا يَزَال الْبَلاءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمؤمِنَةِ في نَفْسِهِ وَولَدِهِ ومَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللَّه تَعَالَى وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

“Akan selalu ada bala bencana yang menimpa orang mukmin laki-laki dan perempuan pada dirinya, hartanya dan anaknya sampai ia bertemu menghadap Allah dalam keadaan tidak memiliki dosa” (Hr. Tirmidzi 2399)

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda:

ما يُصِيبُ المُسْلِمَ، مِن نَصَبٍ ولَا وصَبٍ، ولَا هَمٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أذًى ولَا غَمٍّ، حتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا، إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بهَا مِن خَطَايَاهُ.

“Tidaklah seorang muslim tertimpa musibah, penyakit, kesedihan, kegundahan atau gangguan bahkan meski hanya berupa duri kecil yang menusuknya melainkan Allah akan mengampuni dosanya” (Hr. Bukhari 5641)

Kaum muslimin yang semoga Allah sayangi....

Hari ini banyak manusia yang ketakutan dengan ekonomi sulit. Ketakutan kehilangan mata pencaharian. Ketakutan kalau tidak memiliki banyak harta atau miskin. Padahal tidak diragukan, kalau semua peristiwa itu adalah bala ujian dari Allah. Orang yang miskin, ketika dia bisa bersabar dan mengharap pahala dari sisi Allah, maka sebenarnya dia sedang berada pada kondisi kenikmatan yang besar.

Sebenarnya miskin itu bukan aib, bahkan miskin memiliki keutamaan. Di antara keutamaan orang  miskin yang tidak dimiliki orang kaya adalah bahwa orang miskin pada hari kiamat kelak akan lebih cepat hisabnya dibanding dengan orang kaya. Dengan begitu orang miskin akan masuk surga lebih awal dari orang kaya. Nabi saw. bersabda:

يدخُلُ الفقراءُ الجنَّةَ قبلَ الأغنياءِ بخمسِمائةِ سنةٍ

“Orang miskin akan masuk ke dalam surga lebih dahulu 500 tahun sebelum orang kaya” (Hr. Tirmidzi 2353)

Dalam hadits yang lain Rasulullah juga bersabda

اطَّلَعْتُ في الجنَّةِ فرأَيْتُ أكثَرَ أهلِها الفُقراءَ

“Aku diperlihatkan surga, maka yang aku lihat kebanyakan penduduknya adalah orang miskin” (Hr. Ibnu Hibban 7455)

Sehingga khatib mengulangi sekali lagi, bahwa musibah dan bala bencana akan bernilai sebagai nikmat ketika kita menghadapi dengan sabar dan mengharap pahala dari Allah. Maka selama musibah ini tidak menimpa agama kita, kita patut bersyukur dan memuji Allah.

Ada sebuah kisah, seseorang mengeluh kepada sahabat Sahl ra. dengan mengatakan, “Ada pencuri masuk rumahku dan mengambil barang-barangku yang berharga.” Maka Sahl ra. berkata, “Bersyukurlah kepada Allah, kalau seandainya setan yang masuk ke dalam hatimu, kemudian dia merusak keyakinan tauhidmu, bisa apa kamu?”

Selain itu seorang mukmin juga harus memuji Allah karena tidaklah bala dan bencana yang menimpa kita lebih berat dan lebih besar. Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab ra. ia mengatakan:

ما ابتليت ببلاء إلا كان الله تعالى علي فيه أربع نعم: إذ لم يكن في ديني، وإذ لم يكن أعظم منه، و إذ لم أحرم الرضا به و إذ أرجوا الثواب عليه

“Tidaklah akau mendapat sebuah bala kecuali Allah di balik bala memberi 4 kenikmatan. Kenikmatan bala yang tidak meimpa agamaku, kenikmatan bala yang tidak menimpa lebih besa dari itu, kenikmatan bala yang tidak menharamkan ridha Allah untukku dan kenikmatan pengharapan pahala kepada-Nya.” [Imam Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, 4/129]

Kaum muslimin rahimakumullah...

Bukan berarti bala bencana lebih baik daripada keselamatan. Bahkan ketenangan dan keselamatan lebih utama dari bala bencana. Bahkan Nabi saw. sendiri selalu meminta ketenangan dan keselamatan hidup dalam do’anya. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudhri berkata:

لم يَكن رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ يدعُ هؤلاءِ الكلماتِ حينَ يمسي وحينَ يصبحُ اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ العافيةَ في الدُّنيا والآخرةِ اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ العفوَ والعافيةَ في ديني ودنيايَ وأَهلي ومالي

“Rasulullah tidak pernah meninggalkan do’a-do’a ini setiap pagi dan petang. Beliau selalu berdo’a,  ‘Ya Allah Aku meminta ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah aku meminta kepadamu keselamatan pada agamaku, duniaku, keluarga dan hartaku” (Hr. Abu Dawud 5074)

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Rasulullah saw. berkata kepada pamannya Abbas, “Wahai pamanku, perbanyaklah berdo’a dengan  do’a keselamatan.”

Bala bencana itu pahalanya besar. Akan tetapi keselamatan lebih dicintai oleh orang mukmin dikarenakan mereka takut tidak bisa sabar dalam menghadapi bala bencana.

Demikian lah khutbah pada siang hari ini.

وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا طيبًا كثيرًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى، أحمده حمدًا يليق بجلاله وعظمته، وأشكره شكرًا يوازي فضله ونعمته، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه ومن اهتدى بهداهم إلى يوم الدين.

Kaum muslimin yang dirahmati Allah…

Sebagai seorang hamba yang beriman, sepantasnya kita selalu bersyukur kepada Allah atas semua nikmat yang telah diberikan kepada kita.

Selain itu mari kita jalankan ketaatan dengan menjauhi larangan dan menjalankan semua perintahnya. Sebagai bentuk kerelaan kita menjadikan Allah sebagai tuhan, Muhammad sebagai Rasul dan Syariat Islam sebagai Agama.

Semoga kita semua selalu menjadi hamba-hamba Allah yang sabar dalam ketaatan dan meninggal dalam keadaan dicatat di sisi Allah sebagai pelaku kebaikan.

Mari kita tutup khutbah kita pada siang hari ini dengan berdo’a.

اللهم إنا نشهدك ونشهد ملائكتك وجميع خلقك بأننا قد رضينا بك ربًّا، وبالإسلام دينًا، وبمحمد -صلى الله عليه وسلم- رسولاً،

اللهم فثبتنا على ذلك إلى أن نلقاك، اللهم إنا نعوذ بك أن نضل أو نُضل، أو نفتن أو نُفتن،

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد إذ هديتنا وهب لنا من لدنك رحمة إنك أنت الوهاب،

فاتقوا الله عباد الله، وصلوا وسلموا على من أمركم الله بالصلاة عليه فقال: ﴿ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴾ ]الأحزاب: 56[

اللهم صلي وسلم على عبدك ورسولك محمد، وعلى آله وصحبه، وارض اللهم عن البررت الأتقياء، أبي بكر وعمر وعثمان وعلي، وعن جميع الصحابة والتابعين لهم بإحسان.

اللهم أعز الإسلام والمسلمين، وأذل الشرك والمشركين، واحم حوزة الدين، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين يا رب العالمين.

اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح أئمتنا وولاة أمورنا، واجعل ولايتنا فيمن خافك واتقاك واتبع رضاك يا رب العالمين

اللهم وفق ولي أمرنا وأَعِنه على البِّر والتقوى، وسدِّده في أقواله وأعماله، وارزقه البطانة الصالحة الناصحة،

اللهم وفق جميع ولاة أُمور المسلمين للعمل بكتابك، واِتباع سنة نبيك -صلى الله عليه وسلم-. اللهم إنا نسألك ألسنة ذاكرة صادقة، وقلوباً سليمة، وأخلاقاً مستقيمة برحمتك يا أرحم الراحمين.

اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك من سخطك والنار.

اللهم اختم لنا بخاتمة السعادة، واجعلنا ممن كتبت لهم الحسنى وزيادة، يا كريم يا رحيم.

﴿ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴾ ]البقرة: 201[

عباد الله: إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينها عن الفحشاء والمنكر والبغي يعضكم لعلكم تذكرون، فذكروا الله الجليل يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون.


Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Adat dan Urf dalam Disiplin Ilmu Ushul Fiqh

A.    Definisi Adat dan Urf Definisi adat: العادة ما استمرّ الناس عليه على حكم المعقول وعادوا اليه مرّة بعد أخرى Adat adalah suatu perbuatan atau perkataan yang terus menerus dilakukan oleh manusia lantaran dapat diterima akal dan secara kontinyu manusia mau mengulangnya.

KAJIAN HADITS ‘KULLU QORDHIN JARRO NAF’AN FAHUWA RIBA’ DALAM PANDANGAN MUHADDITSIN DAN FUQAHA’

Oleh: Amri Yasir Mustaqim [1] Hadits كل قرض جر نفعا فهو ربا dikategorikan oleh muhadditsin sebagai hadits yang marfu’, mauquf dan juga maqtu’. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

DAMPAK MENGERIKAN MAKANAN HARAM (khutbah Ust. Abdullah Manaf Amin)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الله أكبر الله أكبر الله أكبر الله ..... لا اله الا الله و الله أكبر... الله أكبر و لله الحمد إِنَّ اْلحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ ونستغفره  ونستهديه و نتوب اليه ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا من يهدى الله فلا مضل له ومن يضلله فلا هادي له, أشهد أن لاإله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله, اللهم صلى على محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلي يوم الدين أما بعد, قال تعالى فى القران الكريم, أعوذ بالله من الشيطان الرجيم... يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ (ال عمرن: 102) يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً (النساء: 1) ياأيها الذين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم أعمالكم ويغفر لكم ذنوبكم ومن يطع الله وؤسول...

Pengertian Dosa Besar dan Dosa Kecil dalam Syariat Islam Beserta Contohnya

PENGERTIAN DOSA BESAR DAN DOSA KECIL Dosa adalah meninggalkan apa saja yang telah diperintahkan oleh Allah ta’ala, baik perintah itu berupa perintah untuk dikerjakan atau melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah ta’ala untuk dijauhi. Baik itu berupa perbuatan atau perkataan, yang bentuknya lahir maupun yang dilakukan secara batin. [1]

Dowload Buku Iqro’ 1-6 pdf

Siapa yang tidak kenal dengan buku iqro’? hampir tidak ada di Indonesia ini yang tidak mengenal buku iqro’. Buku ini sangat populer diseluruh anak Indonesia yang ingin belajar membaca al-Qur’an.

Apakah Sujud Tilawah Harus Takbir Dan Salam?

Sujud tilawah menurut ulama Syafi’iyyah memerlukan takbiratul ihram dan diwajibkan untuk mengucapkan salam setelah selesai. sedangkan menurut ulama Hanafiyyah, sujud tilawah tidak perlu takbiratul ihram dan tidak diwajibkan salam. Sumber: al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, vol.2, hal. 260 (Terjemahan) Kampung Damai, 5 Oktober 2019

Ashabul A’rof dan Akhir Perjalanan Mereka

Siapa itu ashabul a’rof ? Bagaiman nasib akhir kehidupan ashabul a’rof ? Apakah a’rof adalah tempat akhir selain surga dan neraka? Tulisan ini insya Allah akan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut. PENGERTIAN ASHABUL A’ROF Di akhirat kelak ada tempat selain dari surga dan neraka bernama ‘ al-A’rof ’. Secara definitif prespektif etimologi dari bahasa arab yang artinya adalah ‘tempat tinggi’. Secara istilah artinya adalah tempat yang tinggi berada diantara surga dan neraka, dimana orang yang berada di situ bisa melihat penduduk surga dan neraka. Orang-orang yang berada di tempat ini adalah orang-orang yang pahala kebaikannya dan dosa keburukannya memiliki berat yang sama. Kemudian orang yang berada ditempat ini akan dimasukkan kedalam surga bukan di neraka. Di antara kriteria ashabul a’rof adalah orang-orang yang keluar berjihad di jalan Allah tanpa izin orang tua. Kemudian mereka ini terbebas dari neraka karena mereka terbunuh di jalan Allah. Dan mereka tertahan untuk...

ACUAN TARGET HAFALAN AL-QUR’AN PER BARIS, PER BULAN SAMPAI HAFIZH 30 JUZ

Apakah anda ingin menghafal al-Qu’an? Jika memang iya, ini adalah target waktu hafalan al-Qur’an yang bisa anda pilih dengan kondisi dan kemampuan anda masing-masing. Anda bisa menimbang antara target dan kemampuan. Dengan memiliki target ini anda bisa mengukur kapan anda bisa selesai menghafal al-Qur’an. Menghafal al-Qur’an adalah program seumur hidup. Jika anda tidak memiliki target, sebaik apapun kemampuan, anda tidak akan tercapai. Namun jika anda menghitungnya dengan tepat anda akan mendapatkannya. Meskipun dengan relatif waktu yang tidak cepat. Asalkan memiliki komitmen yang kuat. Berikut adalah acuan hafalan yang anda dapatkan jika anda menghafal al-Qur’an perbaris. Acuan al-Qur’an yang digunakan dalam tulisan ini adalah mushaf utsmani yang 1 halamannya berjumlah 15 baris. 1 juz berjumlah 20 halaman. Ø   Jika anda menghafal 1 baris sehari, maka anda akan hafal 1 juz dalam 10 bulan, dan hafal al-Qur’an dalam 24 tahun 4 bulan. Ø   Jika anda menghafal 2 baris se...

KATA HATI DAN AMAL HATI

Dari seluruh unsur pembentuk iman yang hakiki dan membuat seseorang benar-benar berstatus mengabdi kepada Allah adalah kata hati dan amal hati. Kata lisan dan amal anggota badan hanya menyelamatkan seseorang secara duniawi. Tanpa kata hati dan amal hati, kata lisan dan amal anggota badan yang dilakukan seseorang hanya sia-sia belaka. Sebagaimana yang dikutip oleh Ibnu Rajab al-Hanbali (dalam kitab Jami’ al-Ulum wa al-Hikam, 1/57) Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, وكان الإجماع من الصحابة والتابعين من بعدهم ومن أدركناهم يقولون: الإيمان قول وعمل ونية، لا يجزئ أحد الثلاثة إلا بالآخر Artinya: “Termasuk perkara ijma’ para sahabat dan tabi’in setelah para sahabat dan ulama yang kami temui, menereka mengatakan: Iman itu adalah perkataan, amalan dan niat. Ketiganya tidak bisa mencukupi yang lainnya kecuali dengan keberadaan yang lain (salah satu melengkapi ketiganya).” Salah dalam membentuk kata hati dan amal hati akan menjadi gerbang kemunafikan bagi seseorang. Orang-orang mun...

Hukum Makan-Makan Untuk Rumah Baru

Selametan rumah baru hukumnya sunnah Disebutkan dalam Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah (8/207), الْوَلِيمَةُ لِلْبِنَاءِ مُسْتَحَبَّةٌ ، كَبَقِيَّةِ الْوَلاَئِمِ الَّتِي تُقَامُ لِحُدُوثِ سُرُورٍ أَوِ انْدِفَاعِ شَرٍّ “Acara makan-makan untuk rumah baru itu dianjurkan sebagaimana walimah (acara makan-makan) lainnya (seperti pada pernikahan) yang di mana walimahan tersebut dilakukan untuk berbagi kebahagiaan atau menghilangkan suatu bahaya (rasa tidak senang dari lainnya).”